4. Memperbanyak Istighfar
Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memulai lembaran baru. Maka, sebelum bulan suci datang, perbanyak taubat dan istighfar. Akui kesalahan dengan penuh kesadaran dan mohon ampunan kepada Allah SWT. Selain itu, usahakan untuk menyelesaikan urusan dengan sesama manusia, termasuk meminta maaf dan memaafkan, agar hati terasa lebih lapang saat Ramadhan tiba.
5. Mengatur Target Ibadah Sejak Awal
Agar Ramadhan berjalan lebih terarah, susun target ibadah sejak sekarang. Misalnya, menargetkan khatam Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, atau menjaga salat berjamaah secara konsisten. Target yang jelas akan membantu menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadhan.
Selain itu, lingkungan yang baik akan memudahkan seseorang dalam beribadah. Mulailah menciptakan suasana religius di rumah dengan membiasakan doa bersama, membaca Al-Qur’an, atau berdiskusi ringan tentang Ramadhan. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar akan memperkuat semangat ibadah sepanjang bulan suci.
Persiapan menuju bulan Ramadhan bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kesiapan dan kesungguhan. Dengan menata niat, membiasakan ibadah, serta menjaga kesehatan dan akhlak, setiap Muslim dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan penuh harap. Mari manfaatkan waktu sebelum Ramadhan sebagai langkah awal untuk meraih ibadah yang lebih berkualitas dan bermakna. Jika persiapan berjalan baik, Ramadhan pun akan hadir sebagai bulan perubahan yang sesungguhnya.














