Pantai Batu Panganten Terus Berkembang dari Swadaya Masyarakat
- account_circle Ardila Khaylila
- calendar_month 40 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pantai Batu Panganten di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu potensi wisata pesisir yang terus dikembangkan melalui swadaya masyarakat | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Pantai Batu Panganten menjadi salah satu potensi wisata pesisir yang terus berkembang di wilayah Desa Purwasedar. Pantai ini menawarkan pemandangan laut dengan posisi dataran yang cukup tinggi, kebersihan kawasan, serta suasana alam yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Pengelola Pantai Batu Panganten menyebut perkembangan wisata mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai masukan dari pengunjung dan pemerintah desa turut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata tersebut.
Pantai Batu Panganten Berawal dari Gagasan Karang Taruna
Pantai Batu Panganten mulai dibuka pada 2021 melalui gagasan Karang Taruna bersama masyarakat. Pengelolaan kemudian berjalan melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak perusahaan karena kawasan pantai masih berada pada lahan milik PT Asabaland.
Sempat mengalami masa vakum pada 2022 hingga akhir 2023, kawasan wisata tersebut kembali mulai beroperasi sekitar September 2023. Sejak saat itu, pengelola bersama masyarakat terus melakukan penataan secara bertahap.
Nama Batu Panganten sendiri berasal dari cerita turun-temurun masyarakat lokal. Legenda tersebut mengaitkan bentuk batu karang dengan kisah sepasang pengantin dan simbol keabadian cinta. Saat ini, kawasan pantai juga cukup sering menjadi lokasi foto prewedding.
Kendala Infrastruktur dan Pengelolaan

Pemandangan ombak di kawasan Pantai Batu Panganten, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi | Doc: Istimewa
Meski jumlah pengunjung mulai meningkat, kawasan wisata tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Pengelolaan yang masih mengandalkan swadaya masyarakat membuat pembangunan infrastruktur berjalan secara bertahap.
“Untuk infrastruktur jalan mungkin masih sangat minimal. Dari fasilitas juga seperti toilet dan penerangan, kita memang belum punya atau belum maksimal,” ujar Endar Najmudin.
Kondisi lahan juga menjadi salah satu kendala dalam memperoleh bantuan pembangunan dari pemerintah. Karena kawasan pantai masih berada pada lahan perusahaan, pengajuan bantuan untuk pembangunan infrastruktur belum dapat berjalan secara maksimal.
Pantai Batu Panganten Buka Peluang Pemberdayaan Masyarakat
Pengelola berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan agar Pantai Batu Panganten semakin berkembang. Keberadaan wisata ini dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, ada lirikan dari pemerintah untuk bisa membantu keberlangsungan dan perkembangan wisata di kami. Karena ini sangat berguna sekali untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, keberadaan wisata pesisir tersebut turut memberi ruang bagi masyarakat sekitar untuk membuka warung dan menjalankan usaha. Dengan dukungan yang lebih besar, pengelola berharap potensi wisata dapat terus berkembang sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat lokal.
BSI Explore 2026 Dukung Potensi Wisata Desa Purwasedar
Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi turut terlibat dalam mengenal sekaligus mendukung pengembangan potensi Desa Purwasedar melalui program BSI Explore 2026. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi lokal dengan pengetahuan dan keterampilan generasi muda.
Program BSI Explore 2026 mengusung tema “Inspirasi Membangun Negeri”. Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti program tersebut di lima desa Kecamatan Ciracap, yaitu Desa Purwasedar, Desa Gunung Batu, Desa Ujung Genteng, Desa Cikangkung, dan Desa Pangumbahan.
- Penulis: Ardila Khaylila
- Editor: Siti Hasna Wulandari

