Sukabumihitz – Bruntusan termasuk masalah kulit yang terasa kasar karena muncul bintik-bintik kecil di permukaan kulit. Kondisi ini biasanya muncul akibat penumpukan sel kulit mati, minyak berlebih, dan kotoran yang masuk ke pori-pori. Kombinasi ketiganya membuat tekstur kulit berubah dan tampak tidak rata.
Masalah ini sering muncul di area wajah seperti dahi dan dagu, tetapi kadang muncul juga di leher, dada, dan punggung. Banyak orang merasa terganggu karena bruntusan dapat memengaruhi penampilan dan rasa percaya diri.
Penyebab Bruntusan pada Wajah
Menurut Alodokter, beberapa hal berikut sering memicu munculnya bruntusan:
1. Kulit Berminyak
Produksi minyak yang tinggi membuat wajah tampak mengilap, terutama di area T-zone. Saat minyak bercampur dengan kotoran, pori-pori bisa tersumbat dan memunculkan bruntusan.
2. Hormon
Hormon androgen, termasuk testosteron, dapat meningkatkan produksi sebum. Ketika sebum meningkat, bruntusan cenderung muncul lebih mudah.
Baca juga: Tips Merawat Kulit Berminyak agar Tetap Sehat dan Tidak Mudah Kusam
3. Produk Perawatan Kulit
Beberapa produk mengandung bahan komedogenik seperti isopropyl myristate, propylene glycol, atau lanolin. Bahan tersebut bisa memicu penyumbatan pori-pori dan memunculkan bruntusan.
4. Pola Makan
Konsumsi makanan tinggi gula seperti kue, roti, keripik, dan mi dapat memicu peningkatan insulin. Kondisi ini bisa meningkatkan produksi minyak dan memperparah bruntusan.
Bruntusan muncul karena berbagai faktor seperti minyak berlebih, hormon, produk perawatan yang tidak cocok, atau pola makan yang kurang sehat. Dengan mengetahui pemicunya, kita bisa memilih langkah perawatan yang tepat—misalnya rutin membersihkan wajah, menggunakan produk non-komedogenik, serta menjaga pola makan agar tetap sehat dan bebas bruntusan.














