Workshop Jurnalistik Bahas Tantangan AI di Era Digital
- account_circle Salsabila Adzani
- calendar_month 40 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Workshop Jurnalistik Bahas Tantangan AI di Era Digital | Sumber: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik. Perubahan ini mencakup cara jurnalis mencari, mengolah, dan menyajikan informasi. Untuk membahas tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi mengadakan Workshop Jurnalistik pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Jurnalistik di Era Digital” dan slogan “Mengolah Informasi Menjadi Berita”. Melalui acara tersebut, mahasiswa dan masyarakat umum belajar menulis berita secara akurat dan bertanggung jawab. Panitia menghadirkan Satya Suhada, M.Kom., selaku Head of DICO Sukabumi untuk menyampaikan welcome speech. Sementara itu, Puspita Wati, seorang content writer, membahas penggunaan kecerdasan buatan, pemeriksaan fakta, dan tantangan jurnalis pemula.
AI Menjadi Alat Bantu dalam Penulisan Berita

Diskusi Tantangan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Jurnalistik | Sumber: Istimewa
Dalam sesi pemaparan, Puspita Wati menjelaskan manfaat Artificial Intelligence (AI) bagi jurnalis. Teknologi ini membantu mereka mengembangkan tulisan dengan lebih mudah. Namun, ia mengingatkan peserta agar tidak menyerahkan seluruh proses penulisan kepada AI.
“Manfaatkan saja, tapi dengan syarat 70% harus buatan kita, 30% buatan AI boleh,” ungkap Puspita saat wawancara.
Menurutnya, jurnalis tetap perlu mengandalkan kreativitas dan pemahaman konteks. Mereka juga harus mempertimbangkan ketepatan informasi saat menyusun berita. Oleh sebab itu, jurnalis perlu memeriksa dan menyunting hasil AI sebelum memublikasikannya.
Cek, Riset, dan Edit untuk Menjaga Akurasi
Selain membahas AI, Puspita menekankan pentingnya verifikasi informasi dalam workshop jurnalistik tersebut. Ia mengingatkan jurnalis agar menerapkan tiga langkah sebelum menerbitkan berita, yaitu cek, riset, dan edit.
Melalui materi workshop ini, peserta belajar menilai keakuratan informasi dan memastikan berita memiliki dasar yang jelas. Sebaliknya, mengejar jumlah klik tanpa melakukan riset dapat memicu penyebaran informasi keliru. Akibatnya, pandangan pembaca terhadap suatu peristiwa bisa terpengaruh.
Jurnalis Pemula Perlu Mengasah Kemampuan

Suasana Workshop Jurnalistik tentang Pemanfaatan AI | Sumber: Digital
Puspita menilai penggunaan hasil AI tanpa penyuntingan menjadi tantangan bagi jurnalis pemula. Kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas tulisan. Terlebih lagi, jurnalis berisiko menyajikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya jika mengabaikan pemeriksaan fakta.
Karena itu, ia mendorong jurnalis pemula untuk terus mengasah kemampuan menulis. Mereka juga perlu mengembangkan gaya bahasa sendiri dan bertanggung jawab atas informasi yang tersaji. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengolah informasi secara kritis. Dengan begitu, mereka dapat menghasilkan berita yang akurat, menarik, dan tepercaya di tengah perkembangan teknologi digital.
- Penulis: Salsabila Adzani
- Editor: Ardila Khaylila
