Berita

UBSI Tegaskan BEM FTI Tidak Terlibat dalam Konferensi Pers

10
×

UBSI Tegaskan BEM FTI Tidak Terlibat dalam Konferensi Pers

Sebarkan artikel ini
UBSI Tegaskan BEM FTI Tidak Terlibat dalam Konferensi Pers | Sumber: Dok. Istimewa

SukabumihitzUBSI tegaskan BEM FTI tidak Terlibat dalam konferensi pers yang mencatut nama Kampus setelah muncul pemberitaan yang menyebut adanya perwakilan dari BEM Fakultas Teknik Universitas BSI dalam sebuah konferensi pers yang menjadi perhatian publik. Melalui pernyataan resmi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menegaskan bahwa institusi maupun organisasi kemahasiswaan tidak memiliki hubungan dengan kegiatan tersebut.

Selain itu, klarifikasi UBSI muncul setelah sejumlah media massa dan media sosial menyebut seseorang sebagai perwakilan BEM Fakultas Teknik Universitas BSI. Nama tersebut tercantum dalam daftar peserta konferensi pers.

Baca Juga: Sistem Informasi UBSI Sukabumi Cocok untuk Generasi Digital

BEM FTI UBSI Tegaskan Tidak Kirim Perwakilan

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika (BEM FTI) UBSI segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah informasi tersebut beredar. Organisasi mahasiswa itu menegaskan bahwa mereka tidak pernah menghadiri kegiatan tersebut.

Selain itu, BEM FTI UBSI juga memastikan bahwa mereka tidak mengirimkan perwakilan maupun memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi dalam konferensi pers tersebut. Melalui klarifikasi UBSI, kampus menyajikan informasi yang akurat agar publik memperoleh pemahaman yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

UBSI Sampaikan Klarifikasi Resmi kepada Publik

BEM FTI UBSI juga menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama Ahmad. Sejumlah pemberitaan sebelumnya mencantumkan nama tersebut sebagai bagian dari organisasi.

Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna, menyampaikan keprihatinannya. Ia menyoroti pencantuman nama kampus tanpa konfirmasi maupun dasar yang jelas.

“UBSI menegaskan bahwa kami tidak memiliki keterlibatan dalam konferensi pers tersebut. Tidak ada mahasiswa yang mendapatkan mandat resmi dari organisasi kemahasiswaan maupun dari institusi untuk mewakili Universitas BSI dalam forum tersebut,” tegas Adi dalam keterangan pers, Rabu (17/6).

Menurut Adi, penggunaan nama institusi pendidikan tanpa persetujuan berpotensi memunculkan kesalahpahaman publik. Selain itu, tindakan tersebut juga dapat memengaruhi reputasi lembaga yang selama ini tumbuh melalui berbagai prestasi akademik maupun non-akademik.

“Kami menghormati hak setiap individu untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, ketika seseorang membawa nama organisasi atau institusi, harus ada legitimasi dan mandat yang jelas. Dalam kasus ini, UBSI tidak pernah memberikan persetujuan ataupun penugasan kepada pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI,” ujarnya.

Baca Juga: Toleransi Jadi Bekal Anak, Mahasiswa UBSI Gelar Edukasi

UBSI Tegaskan BEM FTI Tidak Terlibat dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus dan Jaga Kredibilitas Institusi

Adi menegaskan bahwa kampus selalu mendukung kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab serta sejalan dengan nilai akademik. Namun, penggunaan identitas organisasi mahasiswa maupun institusi tanpa dasar resmi tidak dapat dibenarkan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat lebih berhati-hati dalam menyantumkan nama perguruan tinggi dalam kegiatan publik. Nama kampus bukan sekadar identitas, tetapi juga membawa tanggung jawab dan kredibilitas yang seluruh pihak wajib jaga bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adi mengimbau masyarakat agar selalu merujuk pada sumber informasi resmi yang institusi maupun organisasi kemahasiswaan yang sah publikasikan. Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu menggelar konferensi pers di Jakarta pada Selasa (16/6). Panitia konferensi pers mempublikasikan daftar peserta yang memuat sejumlah nama dari berbagai perguruan tinggi, termasuk seseorang yang mereka sebut sebagai perwakilan BEM Fakultas Teknik Universitas BSI.

Namun, setelah informasi tersebut beredar, sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan klarifikasi dan membantah keterlibatan mereka dalam forum tersebut. Karena itu, UBSI kembali menegaskan bahwa pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI tidak mewakili sikap, pandangan, maupun pernyataan resmi organisasi dan institusi Universitas Bina Sarana Informatika.