Berita

Tolak Menunggu Birokrasi, Warga Sukabumi Bangun Tanggul Rp500 Juta

4
×

Tolak Menunggu Birokrasi, Warga Sukabumi Bangun Tanggul Rp500 Juta

Sebarkan artikel ini
Tolak Birokrasi Berbelit | Sumber: Fb/Enott Damara

Sukabumihitz – Tolak pasrah, masyarakat Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan solidaritas luar biasa. Abrasi sungai yang semakin parah memicu warga bergerak cepat demi menjaga keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Kekecewaan terhadap respons pemerintah yang dinilai lambat membuat seorang warga setempat mengambil langkah tegas. Ia mengeluarkan dana pribadi hingga Rp 500 juta untuk membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) secara mandiri di aliran Sungai Ciseureuh. Warga tersebut tidak mengejar perhatian publik, melainkan berusaha menyelamatkan nyawa serta harta benda masyarakat yang terancam tenggelam akibat abrasi sungai.

Krisis di Tepi Sungai Ciseureuh

Sejak banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada 2024, kondisi di sekitar Sungai Ciseureuh terus memburuk. Arus air yang deras mengikis daratan hingga sekitar 20 meter. Akibatnya, sejumlah rumah warga kini berdiri sangat dekat dengan tepi sungai di atas kontur tanah yang curam dan rawan longsor.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sangrawayang, Heris Sponga, menegaskan bahwa warga tidak memiliki banyak pilihan selain bertindak cepat. Menurutnya, pemerintah memang sempat meninjau lokasi, namun belum memberikan solusi nyata yang dapat segera dilaksanakan.

“Warga ingin meringankan beban pemerintah. Faktanya, pemerintah hanya datang meninjau tanpa solusi konkret. Pak Atok rela mengorbankan hampir Rp 500 juta demi keselamatan warga. Kalau tidak dibangun tembok beton seperti ini, rumah warga pasti roboh,” ujar  Heris, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Enam Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Aksi Nyata Warga di Tengah Lambannya Birokrasi

Warga membangun tanggul beton tersebut sepenuhnya secara swadaya. Mereka bergotong royong mengerjakan konstruksi demi melindungi delapan rumah yang terancam terseret arus saat banjir kembali terjadi.