Sukabumihitz – Nasib tragis menimpa Lanti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Sukabumi yang saat ini bekerja di Shanghai, Tiongkok. Alih-alih meraih kehidupan yang lebih baik di luar negeri, Lanti justru menjadi korban dugaan penyekapan oleh agen penyalur. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima tuntutan uang tebusan senilai puluhan juta rupiah sebagai syarat pembebasannya.
Informasi mengenai kondisi Lanti mulai terungkap ketika ia menghubungi keluarganya di Sukabumi melalui pesan singkat. Dalam pesan tersebut, Lanti menjelaskan bahwa agen melarangnya keluar dari tempat penampungan dan memberinya tekanan mental. Keadaan semakin memburuk ketika agen di Tiongkok secara terbuka menuntut uang tebusan sebesar Rp50 juta kepada keluarga sebagai syarat kepulangan Lanti.
Baca Juga : Melimpahnya Pasokan Turunkan Harga Cabai Secara Drastis di Sukabumi
Tekanan Agen Membuat Keluarga Terpukul
Mengutip dari Sukabumiupdate.com, Keluarga Lanti di Sukabumi mengaku sangat terpukul mendengar tuntutan tersebut. Kerabat menjelaskan bahwa Lanti berangkat ke Shanghai dengan harapan dapat membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Namun, agen justru menahan dokumen pribadi Lanti dan membatasi ruang geraknya secara tidak sah.
“Bukan dari orang lain, tapi dari Lanti sendiri yang bilang harus ada Rp50 juta kalau buat kepulangan,” ujar Isop
Keluarga menilai permintaan tersebut sebagai bentuk pemerasan yang dibungkus dengan alasan biaya administrasi atau penalti kontrak. Mereka juga menyoroti adanya kejanggalan sejak awal proses keberangkatan, sehingga memperkuat dugaan bahwa Lanti menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Langkah Hukum dan Perlindungan PMI
Waspada terhadap Bahaya Agen Penyalur Ilegal
Kasus yang menimpa Lanti menjadi peringatan serius bagi masyarakat Sukabumi agar lebih berhati-hati dalam memilih agen penyalur tenaga kerja. Tawaran gaji tinggi di luar negeri sering kali menjadi jebakan apabila proses keberangkatan tidak melalui jalur resmi dan pengawasan pemerintah.
Saat ini, keluarga Lanti berharap pemerintah pusat memberikan perhatian dan bantuan nyata agar Lanti segera keluar dari penyekapan di Shanghai dan dapat kembali ke tanah air tanpa membayar uang tebusan yang tidak masuk akal.














