Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Melimpahnya Pasokan Turunkan Harga Cabai Secara Drastis di Sukabumi

Melimpahnya Pasokan Turunkan Harga Cabai Secara Drastis di Sukabumi

  • account_circle Neng Merly
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Kabar baik menyapa warga Kota Sukabumi pada awal Januari 2026. Setelah harga cabai sempat melonjak dan memberatkan konsumen sejak akhir Desember 2025, kini harga berbagai jenis cabai di pasar tradisional mengalami penurunan tajam. Kondisi ini meringankan beban rumah tangga sekaligus membantu pelaku usaha kuliner menjaga stabilitas biaya produksi.

Hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa penurunan harga terjadi pada hampir seluruh jenis cabai unggulan. Melimpahnya pasokan di tingkat distributor mendorong harga pasar kembali turun ke kisaran normal, bahkan lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Harga Cabai Merah Alami Koreksi Paling Tajam

Cabai merah mencatat penurunan harga paling signifikan. Jika pada akhir tahun lalu pedagang menjual komoditas ini hingga Rp50.000 per kilogram, kini harga cabai merah turun menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram di pasar-pasar tradisional Sukabumi.

Baca Juga : Sambut 2026, Berikut Resep Barbeque Sederhana untuk Malam Tahun Baru

Panen Raya Perkuat Ketersediaan Pasokan

Stabilnya harga cabai saat ini berkaitan erat dengan masuknya masa panen raya di sejumlah daerah sentra produksi. Petani di wilayah penyangga secara serentak meningkatkan hasil panen, sehingga pasokan ke pasar melonjak dan memperkuat ketahanan stok, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Cuaca yang relatif kondusif turut mendukung kelancaran distribusi dari lahan pertanian ke pasar utama di Sukabumi. Pasokan yang melimpah menghilangkan potensi kelangkaan barang yang kerap memicu lonjakan harga. Situasi ini berdampak langsung pada keterjangkauan harga bagi konsumen.

Penurunan Harga Dorong Aktivitas Pasar

Turunnya harga cabai membawa dampak positif bagi aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Masyarakat kembali meningkatkan belanja kebutuhan dapur seiring pulihnya daya beli. Para pedagang pun mampu mempercepat perputaran stok karena permintaan kembali meningkat setelah sempat melemah akibat tingginya harga di akhir tahun.

Selain itu, kondisi ini membantu pemerintah daerah menjaga inflasi tetap terkendali pada awal kuartal pertama 2026. Pemerintah melalui instansi terkait terus memperketat pengawasan distribusi guna memastikan pasokan tetap lancar dan mencegah praktik penjualan yang merugikan konsumen di tengah melimpahnya hasil panen petani.

Baca Juga : Warkop Pikop Jadi Favorit Anak Muda Sukabumi untuk Nongkrong dan WFC

  • Penulis: Neng Merly

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Datang” : Single Baru Kolaborasi Payung Teduh dan Is Pusakata

    “Datang” : Single Baru Kolaborasi Payung Teduh dan Is Pusakata

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2023
    • account_circle DDAMDOMM
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Payung Teduh dan Is Pusakata sering mengungkapkan tema kerinduan dalam karya-karya mereka, merilis single baru berjudul “Datang” di bawah nama baru, Parade Hujan. Payung Teduh, setelah kehilangan Is sebagai vokalis/gitaris, memutuskan untuk bergabung kembali dengan Is dan membentuk Parade Hujan atas dasar kerinduan para penikmat musik Indonesia dan juga para personilnya sendiri. Semua […]

  • Desa Ujunggenteng Ikuti Verifikasi Anugrah Desa Mubarokah 2026

    Desa Ujunggenteng Ikuti Verifikasi Anugrah Desa Mubarokah 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Salsabila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Desa Ujunggenteng menerima kunjungan tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi dalam rangka Verifikasi Anugerah Desa Mubarokah 2026 pada Senin (3/8/2026). Tim melaksanakan verifikasi lapangan sebagai tahapan lanjutan setelah Desa Ujunggenteng berhasil melewati proses seleksi administrasi pada ajang penghargaan tingkat kabupaten. DPMD Kabupaten Sukabumi menjadwalkan verifikasi lapangan terhadap […]

  • Praktis dan Murah, Tapi Konsumsi Mie Instan Berlebihan Bisa Picu Masalah Kesehatan | Sumber : Kompas Money

    Mie Instan Setiap Hari? Hati-Hati Ancaman Penyakit Mengintai

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Praktis, murah, dan menggugah selera—itulah tiga alasan utama mengapa mie instan menjadi favorit banyak orang. Namun, di balik kenyamanan menikmati semangkuk mie panas, tersimpan berbagai potensi bahaya bagi kesehatan, terutama jika disantap terlalu sering. Sesekali mengonsumsi mie instan sebenarnya tak menjadi masalah. Tapi saat mulai menjadi menu harian, tubuh bisa mulai merasakan dampaknya. […]

  • Persembahan Tari Jaipong pada BSI Diginofest Sukabumi

    Pesona Tarian Jaipong di Pembukaan BSI Diginofest Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Pembukaan BSI Diginofest 2023 Sukabumi pada Jumat (4/8) menghadirkan sorotan utama berupa tarian Jaipong yang memukau, menghadirkan sentuhan khas dari daerah Sunda. Dalam acara yang akan berlangsung hingga Sabtu (5/8), tarian Jaipong ini menjadi daya tarik ketika pembukaan berlangsung. Mahasiswa Universitas BSI Sukabumi berhasil tampil memukau dengan pesonanya dalam membawakan tarian ini. Gedung […]

  • UniRank

    Reputasi Kampus di Era Digital, Universitas BSI Masuk 10 Besar PTS Terpopuler Jakarta versi UniRank 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di tengah persaingan ketat antar perguruan tinggi swasta (PTS), Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kembali menorehkan prestasi dengan masuk ke dalam daftar Top 10 PTS Terpopuler di Jakarta versi UniRank 4icu tahun 2025. Capaian ini bukan soal ukuran kampus atau gelar panjang dosennya, melainkan bagaimana mampu membangun eksistensi digital yang kuat dan berkelanjutan. […]

  • Pedagang Sayur Tewas di Perlintasan Rel Parungkuda

    Pedagang Sayur Tewas di Perlintasan Rel Parungkuda

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pedagang Sayur Tewas di Perlintasan Rel Parungkuda setelah tertemper Kereta Api Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang pada Minggu (14/6/2026) sore. Peristiwa tragis tersebut kembali mengingatkan pentingnya keselamatan rel bagi masyarakat yang melintas pada jalur kereta api, terutama pada perlintasan tanpa palang pintu. Korban bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakanpendeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. […]

expand_less