Berita

Penjaga Sekolah Ditemukan Tewas di SDN 1 Sentral Warungkiara Sukabumi

46
×

Penjaga Sekolah Ditemukan Tewas di SDN 1 Sentral Warungkiara Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Peristiwa Meninggalnya Seorang Penjaga Sekolah | Sumber: Pinterest

Sukabumihitz – Warga Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mendadak ramai membicarakan penemuan seorang penjaga sekolah yang meninggal dunia di lingkungan SDN 1 Sentral Warungkiara. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cikoneng RT 01/016, Desa Ubrug, pada Minggu (01/02). Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sekolah menemukan korban dalam kondisi tergantung di bawah atap area sekolah.

Keberadaan jenazah di lingkungan pendidikan langsung menarik perhatian masyarakat sekitar. Banyak warga berdatangan ke lokasi setelah kabar tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Situasi ini memicu keprihatinan sekaligus pertanyaan mengenai latar belakang peristiwa yang menimpa korban.

Polisi Membenarkan Peristiwa

Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiawan, memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut pada Selasa (3/2). Ia menyampaikan bahwa korban bernama Dirman (48), warga Kampung Sukajaya RT 02/RW 03, Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

Baca Juga: Kemunculan Lutung di Kawasan Permukiman Cicantayan Picu Kepanikan Warga

Warga sekitar lebih dulu melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian setelah melihat korban dalam kondisi tidak bernyawa di area sekolah. Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan tempat kejadian perkara.

Ilustrasi Tragedi Akibat Tekanan Kerja di Lingkungan Pendidikan | Sumber: Pinterest

Korban Tinggalkan Surat Wasiat

Selain itu, warga menemukan sepucuk surat yang korban tulis sebelum meninggal dunia. Ketua RT setempat, Asep, mengakui keberadaan surat tersebut saat petugas meminta keterangan darinya.

“Surat wasiat ada selembar kertas, tetapi saya tidak membuka isinya karena hal itu menjadi kewenangan pihak berwajib,” ujar Asep, Senin (2/2).

Polisi Dalami Dugaan Motif

Sejumlah warga menyampaikan dugaan bahwa korban sempat merasakan tekanan batin akibat permasalahan dengan beberapa guru. Meski begitu, pihak kepolisian menilai dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hingga kini, polisi terus mendalami latar belakang peristiwa untuk memperoleh gambaran yang utuh dan objektif.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius sekaligus pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis dan lingkungan kerja, khususnya di sektor pendidikan.

Baca Juga: Kasus Rudapaksa Siswi di Tegalbuleud Terungkap, Polisi Amankan Empat Pelaku