Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » OpenAI Satukan Model Behavior dan Post-Training lewat Restrukturisasi

OpenAI Satukan Model Behavior dan Post-Training lewat Restrukturisasi

  • account_circle Shinta Septi
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – OpenAI resmi mengumumkan restrukturisasi dengan menggabungkan tim Model Behavior ke dalam tim Post Training. Tim Model Behavior yang terdiri dari sekitar 14 peneliti ini sebelumnya berperan penting dalam menentukan cara model AI berinteraksi dengan manusia. Kini, mereka akan berada di bawah kepemimpinan Max Schwarzer selaku kepala Post Training.

Joanne Jang, pendiri sekaligus pemimpin tim Model Behavior, akan meluncurkan proyek baru bernama OAI Labs. Unit riset ini berfokus pada penciptaan serta pengembangan prototipe antarmuka baru yang mendorong kolaborasi manusia dengan AI secara lebih inovatif.

Pentingnya Model Behavior

Tim Model Behavior selama ini berkontribusi besar dalam membentuk kepribadian AI OpenAI. Mereka berupaya mengurangi sycophancy, yaitu kecenderungan AI sekadar menyetujui pengguna meski salah atau berbahaya. Selain itu, mereka juga menangani isu bias politik serta kesadaran AI. Chen, Chief Research Officer OpenAI, menjelaskan bahwa penggabungan tersebut bertujuan mengintegrasikan aspek kepribadian AI dengan pengembangan inti model.

Baca Juga : Bagaimana Kecerdasan Buatan Dapat Mengubah Dunia Kerja Manusia?

Kritik terhadap GPT-5

Dalam beberapa bulan terakhir, kritik muncul terhadap OpenAI karena perubahan kepribadian GPT-5 membuat model terasa lebih “dingin,” meskipun kecenderungan menunjukkan sycophancy berkurang. Sebagai tanggapan, perusahaan mengembalikan akses ke model lama seperti GPT-4, sekaligus merilis pembaruan agar GPT-5 lebih ramah tanpa kehilangan keseimbangannya.

Tantangan bagi Industri AI

Isu sycophancy kini mendapat perhatian besar di industri AI. Berawal dari Kasus tragis seorang remaja berusia 16 tahun bernama Adam Raine, bunuh diri setelah berbagi pikiran dengan ChatGPT berbasis GPT-4. Peristiwa itu memicu gugatan hukum terhadap OpenAI karena sebagian pihak menilai model AI gagal menolak ide berbahaya.

Tim Model Behavior sudah ikut mengembangkan model utama OpenAI sejak era GPT-4, termasuk GPT-5. Joanne Jang sendiri sebelumnya pernah terlibat dalam proyek Dall-E2, dan setelah empat tahun bekerja di OpenAI, ia kini memulai langkah baru dengan OAI Labs.

Dalam pernyataannya di X, Jang menjelaskan bahwa OAI Labs hadir untuk mengeksplorasi paradigma baru yang melampaui percakapan atau agen otonom. Ia ingin menjadikan AI sebagai sarana untuk berpikir, belajar, dan berkreasi. Jang juga membuka peluang kolaborasi dengan tokoh lain, termasuk Jony Ive, walau pada tahap awal OAI Labs akan lebih berfokus pada riset.

Baca Juga : G42 UEA Perluas Pemasok Chip AI, Tak Lagi Hanya Andalkan Nvidia

  • Penulis: Shinta Septi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Ketahanan Fiskal Indonesia Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

    Strategi Ketahanan Fiskal Indonesia Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Dunia saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga perubahan kebijakan moneter negara-negara maju menciptakan ketidakpastian yang sulit diprediksi. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu contoh nyata bagaimana peristiwa di luar negeri dapat memengaruhi kondisi ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara […]

  • Portugal Melesat ke 16 Besar Usai Bungkam Turki 3-0 di Euro 2024

    Portugal Melesat ke 16 Besar Usai Bungkam Turki 3-0 di Euro 2024

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Portugal berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Euro 2024 setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas Turki pada laga kedua Grup F. Pertandingan ini berlangsung di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, pada Sabtu (22/6) malam WIB. Jalannya Pertandingan Portugal langsung menggebrak sejak menit pertama dengan peluang Cristiano Ronaldo yang mendapat umpan dari Bernardo […]

  • Gen Z Wajib Tahu! Begini Cara Jadi Freelancer Sukses Tanpa Takut Miskin Digital

    Gen Z Wajib Tahu! Begini Cara Jadi Freelancer Sukses Tanpa Takut Miskin Digital

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Freelancer kini jadi pilihan karier yang makin populer di kalangan anak muda. Kerja kantoran dari pagi sampai sore mulai banyak ditinggalkan. Buat Gen Z, bisa kerja dari mana aja sambil ngopi di kafe atau santai di rumah udah jadi gaya hidup baru. Tapi jangan salah, meski terlihat keren, jadi freelancer itu nggak selalu […]

  • KB-TK Bosowa Bina Insani Galang Donasi untuk Anak-anak Palestina

    KB-TK Bosowa Bina Insani Galang Donasi untuk Anak-anak Palestina

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Bogor—KB-TK Bosowa Bina Insani, Bogor,  menggalang acara penggalangan dana untuk anak-anak Palestina.  Kegiatan itu  bertajuk “Hari Solidaritas Bersama Palestina”. Rangkaian acara itu digelar selama dua pekan dan puncaknya pada hari Jumat (3/11/2023). Dalam dua pekan pertama, para siswa KB-TK Bosowa Bina Insani berhasil mengumpulkan donasis sebesar Rp 2.400.000. Donasi itu dikumpulkan setiap hari Jumat. […]

  • TikTok for Learning

    TikTok for Learning: Media Cerdas atau Distraksi Digital?

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – TikTok kini tidak lagi sekadar platform hiburan, tetapi juga telah menjelma menjadi ruang belajar yang digemari generasi muda. Banyak pengguna memanfaatkannya untuk berbagi tips belajar, ringkasan materi, hingga pengetahuan umum dalam format singkat dan menarik. Namun, apakah TikTok benar-benar efektif sebagai media belajar, atau justru hanya menambah daftar distraksi digital? Edukasi Kilat dalam […]

  • Work Life Balance 2.0 Menjadi Kunci Sukses di Era Hybrid

    Work Life Balance 2.0 Menjadi Kunci Sukses di Era Hybrid

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Work Life Balance 2.0 lahir dari kebutuhan manusia modern untuk tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan mental, relasi sosial, dan kebahagiaan pribadi. Fleksibilitas kerja jarak jauh (remote working) dan hybrid office menjadi faktor penting dalam perubahan ini. Banyak perusahaan kini memahami bahwa bekerja dari mana saja dan kapan saja, bukan sekadar tren, melainkan bagian […]

expand_less