Wintira Coffee Optimalkan Pengolahan Kopi dengan Mesin Huller, Roaster, dan Giling
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wintira Coffee Perkuat Produksi Kopi dengan Tiga Mesin Pengolahan | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menyerahkan sejumlah mesin pengolahan kopi kepada pengelola Wintira Coffee pada 1 Agustus 2026. Penyerahan berlangsung di Bumi Kopi Sukabumi sebagai bagian dari upaya memperkuat proses pascapanen dan meningkatkan kapasitas produksi kelompok tani kopi tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Tim PKM UBSI menyerahkan tiga jenis peralatan kepada pengelola Wintira Coffee, yaitu mesin huller, mesin roaster, dan mesin giling kopi bubuk. Dengan adanya peralatan tersebut, pengelola dapat mengolah kopi secara lebih efektif, mulai dari mengupas kulit biji, memanggang, hingga menggiling kopi.

Mesin huller, mesin roaster, dan mesin giling | Doc. Istimewa
Tim PKM UBSI menyerahkan mesin tersebut melalui Yusti Farlina selaku ketua pelaksana bersama Rusli Nugraha dan Rizal Amegia Saputra sebagai anggota. Sementara itu, Pepen Setiawan bersama pengelola Wintira Coffee menerima peralatan tersebut sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Peralatan Baru Dukung Produksi Kopi Wintira Coffee
Yusti Farlina selaku ketua mengatakan, penyediaan mesin tersebut dapat membantu Wintira Coffee meningkatkan proses produksi.
“Kegiatan ini diharapkan produksi menjadi lebih maksimal. Kami berharap mesin ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan membantu Wintira Coffee terus mengembangkan usahanya,” ujar Yusti.
Menurutnya, dukungan peralatan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha kopi. Pasalnya, proses pascapanen turut menentukan kualitas dan nilai tambah produk.
Selain itu, mesin huller membantu pengelola mengupas kulit biji kopi. Selanjutnya, pengelola menggunakan mesin roaster untuk memanggang biji kopi sebelum mengolahnya lebih lanjut. Kemudian, pengelola memanfaatkan mesin giling untuk mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk untuk penjualan kepada konsumen.
Bagian dari Penguatan Wintira Coffee
Penyerahan mesin tersebut menjadi bagian dari program “Transformasi Usaha Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee melalui Penguatan Pascapanen Lanjutan dan Digitalisasi Manajemen untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk.”
Tidak hanya dukungan peralatan, Tim PKM UBSI sebelumnya juga mendampingi pengelola Wintira Coffee melalui pelatihan pengelolaan keuangan digital pada 4 Juli 2026. Melalui pelatihan tersebut, pengelola mempelajari pemanfaatan aplikasi untuk mencatat transaksi, mengelola data usaha, serta memantau kondisi keuangan secara lebih terstruktur.
Selain pengelolaan keuangan, tim juga memperkuat sisi produksi melalui penyediaan mesin pengolahan kopi. Dengan demikian, pendampingan Wintira Coffee mencakup aspek administrasi usaha sekaligus proses produksi.
Dorong Nilai Tambah Produk Kopi Lokal
Penyediaan mesin menjadi langkah lanjutan untuk mendukung Wintira Coffee mengembangkan produk kopi lokal. Melalui peralatan tersebut, pengelola dapat mengolah kopi dengan sarana yang lebih memadai. Dengan demikian, pengelola dapat meningkatkan kapasitas produksi sesuai dengan kebutuhan usaha.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, pengelola juga dapat memperkuat proses pascapanen melalui penggunaan mesin huller, roaster, dan giling. Oleh karena itu, dukungan tersebut diharapkan mampu membantu Wintira Coffee meningkatkan kualitas pengolahan sekaligus nilai tambah produk.
Tim PKM UBSI berharap pengelola Wintira Coffee terus memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan. Ke depan, penguatan produksi, pascapanen, dan manajemen dapat membantu mitra mengembangkan usaha serta meningkatkan nilai tambah kopi yang mereka hasilkan.
Program ini mendapat hibah DPPM Kemdiktisaintek untuk mendukung perguruan tinggi mengembangkan kapasitas masyarakat melalui teknologi.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Anita Rahmawati
