Sukabumihitz – Mahasiswi UBSI kembali menjadi sorotan setelah sebuah insiden kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Kejadian yang berlangsung pada pagi hari tersebut memicu gelombang kesedihan mendalam, terutama setelah pihak berwenang mengonfirmasi identitas korban bernama Gita Septia Wardani, mahasiswi UBSI dari Program Studi Ilmu Komunikasi.
Gita tercatat sebagai mahasiswa aktif UBSI Kampus Pemuda semester enam. Banyak teman dekat merasa terpukul karena kepergiannya berlangsung sangat tiba-tiba. Rasa kehilangan yang berat langsung menyelimuti keluarga, sahabat, hingga lingkungan akademik tempat Gita membangun mimpinya.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis Ujunggenteng Renggut Satu Nyawa
Civitas Akademika Sampaikan Duka Mendalam
Informasi mengenai insiden ini menyebar cepat melalui berbagai kanal komunikasi mahasiswa. Suasana haru pun muncul di UBSI Sukabumi setelah mereka menerima kabar duka tersebut. Mahasiswa dan dosen segera menyampaikan simpati melalui pesan, unggahan media sosial, serta doa bersama.
Program Studi Ilmu Komunikasi juga menunjukkan belasungkawa yang dalam. Mereka menyampaikan rasa kehilangan besar terhadap salah satu mahasiswi berprestasi yang selalu aktif dalam kegiatan kampus. Banyak pihak berharap keluarga mendapatkan ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini.
Beragam bentuk solidaritas hadir dari rekan-rekan mahasiswa. Mereka mengirimkan doa, dukungan moral, hingga rangkaian ucapan belasungkawa sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk almarhumah. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kepergian Gita meninggalkan jejak mendalam bagi komunitas akademik.
Refleksi Bersama Mengenai Keselamatan Transportasi
Tragedi ini mendorong banyak pihak untuk kembali mengingat pentingnya kewaspadaan saat menggunakan transportasi umum. Insiden yang menimpa Gita menunjukkan bahwa risiko keselamatan bisa berdampak luas, bukan hanya pada keluarga korban tetapi juga pada lingkungan pendidikan dan sosial.
Civitas akademika UBSI Sukabumi mengajak seluruh mahasiswa agar lebih peduli terhadap keselamatan ketika beraktivitas setiap hari. Mereka menekankan perlunya kewaspadaan lebih tinggi agar tragedi serupa tidak terulang.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Parungkuda: Pemotor Gagal Nyalip Tabrak Mobil
Doa dan Harapan Terbaik untuk Almarhumah
Seluruh mahasiswa dan dosen UBSI menyampaikan duka sedalam-dalamnya atas kepergian Gita Septia Wardani. Mereka berharap almarhumah mendapatkan tempat terbaik dan keluarga menerima kekuatan menghadapi masa sulit ini. Kenangan mengenai Gita akan tetap hidup, terutama bagi teman-teman yang pernah merasakan kebaikan dan semangat belajarnya.














