BeritaBisnis

Kisah Perjalanan Usaha “KOPI BOS”: Dari Satu Sepeda hingga Ribuan Cup per Bulan

14
×

Kisah Perjalanan Usaha “KOPI BOS”: Dari Satu Sepeda hingga Ribuan Cup per Bulan

Sebarkan artikel ini
kesuksesan
Perjalanan Usaha KOPI BOS dari Satu Sepeda ke Ribuan Cup. | Sumber : Doc: Isimewa

Sukabumihitz – Rangga Juansyah, alumni UBSI, membangun karier dan usahanya secara bertahap sejak masih menempuh pendidikan di AMIK BSI jurusan Komputerisasi Akuntansi. Saat memasuki semester dua, ia memilih bekerja sambil kuliah sebagai Tenaga Harian Lepas di salah satu rumah sakit milik pemerintah. Pada 2012, instansi tersebut mengangkatnya sebagai Tenaga Kerja Kontrak (TKK). Hingga akhirnya, pada Oktober 2025, pemerintah resmi melantik Rangga sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan menugaskannya di Satuan Polisi Pamong Praja.

Baca Juga : Entrepreneur Fair UBSI Sukabumi Diserbu Pengunjung di Hari Kedua

Merintis Usaha Sejak Bangku Kuliah

Di luar aktivitasnya sebagai aparatur pemerintah, Rangga telah memulai usaha sejak 2011 dengan memanfaatkan media sosial Facebook. Ia membentuk grup “Pusat Jaket Purna Paskibraka Indonesia” sebagai wadah bisnisnya. Melalui usaha tersebut, Rangga secara mandiri memproduksi dan melayani pesanan kaos, kemeja, serta jaket. Hingga kini, usahanya terus berjalan dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa. Keterlibatannya dalam organisasi juga membantunya memperluas relasi dengan kalangan pengusaha muda.

Melihat Peluang Usaha

Peluang bisnis baru muncul pada akhir 2024 ketika tren kopi keliling menggunakan sepeda listrik mulai menarik perhatian publik. Melihat potensi pasar yang belum banyak digarap di wilayah Sukabumi, Rangga melakukan riset secara menyeluruh sebelum mendirikan usaha KOPI BOS. Ia memulai bisnis tersebut dengan modal awal 50 cup dan konsep berjualan secara mobile. Pada tahap awal, penjualan belum menunjukkan hasil maksimal, namun Rangga terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi usahanya.

Berkat konsistensi dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan pelayanan, serta memaksimalkan promosi digital, KOPI BOS kini mengalami perkembangan signifikan. Dari hanya satu sepeda, usaha tersebut berkembang menjadi tiga unit operasional dan mampu mencatat penjualan sekitar 4.500 cup setiap bulan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa ketekunan dan keberanian memulai dari skala kecil dapat menghasilkan pertumbuhan yang besar.

Dalam proses pengembangan usahanya, Rangga merasakan peran penting BSI Entrepreneur Center (BEC). Ia menilai BEC memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses jejaring yang sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan bisnis serta memahami strategi pemasaran modern yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Rangga pun mendorong mahasiswa UBSI untuk memanfaatkan fasilitas BEC sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, lingkungan pergaulan sangat memengaruhi pola pikir dan semangat. Berinteraksi dengan para pelaku usaha dan individu pekerja keras dapat menumbuhkan motivasi yang kuat, sementara seseorang harus mempelajari pengetahuan bisnis secara bertahap, sehingga belajar langsung dari para ahli dan komunitas menjadi langkah penting untuk meraih kesuksesan.

Baca Juga : Siap Jadi Technopreuneur? Workshop Ini Bekali Mahasiswa Skill Bisnis Digital