Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kasus Kekerasan Guru Viral, Ratusan Siswa SMAN 1 Cicurug Gelar Aksi Demo

Kasus Kekerasan Guru Viral, Ratusan Siswa SMAN 1 Cicurug Gelar Aksi Demo

  • account_circle Dilan
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Ratusan pelajar SMAN 1 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi di halaman sekolah pada Senin (25/8). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kasus dugaan kekerasan guru terhadap siswi, yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Sekitar pukul 08.30 WIB, halaman sekolah dipenuhi siswa berseragam putih abu-abu. Mereka membawa spanduk berisi pesan penolakan kekerasan, di antaranya bertuliskan “NO WOMAN DESERVE TO BE ABUSE” dan “STOP KEKERASAN ATAS NAMA PENDIDIKAN”.

Menurut MFS (17), salah satu penggerak aksi, kegiatan tersebut sudah terencana sejak beberapa hari lalu.

“Aksi ini bukan spontan. Kami rancang sejak beberapa hari lalu. Kami ingin sekolah jadi tempat aman, bukan ruang yang menorehkan luka,” ujarnya.

Meskipun mediasi antara pihak guru dan keluarga korban sudah menghasilkan kesepakatan damai, para siswa tetap menuntut adanya tindakan tegas terhadap oknum guru tersebut.

“Kalau guru ini masih ada di sekolah, orang tua pasti ragu menitipkan anaknya ke sini,” tambahnya.

Tanggapan Pihak Sekolah 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Arif Munandar, menegaskan bahwa aksi siswa memang benar terjadi dan aspirasi mereka akan ia sampaikan kepada pimpinan sekolah. Ia menyatakan dukungannya selama tujuan aksi tersebut untuk kebaikan lingkungan sekolah.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nurjaka, menjelaskan awal mula kasus ini. Ia mengatakan insiden berawal dari unggahan foto guru bersama siswi yang membuat keresahan. Saat pembuatan video skenario sanksi, guru tersebut benar-benar melakukan pemukulan, sehingga persoalan melebar ke publik.

“Alhamdulillah, sudah ada hitam di atas putih. Kedua pihak saling memaafkan,” ujarnya.

Namun, ia menambahkan, gejolak di sekolah belum sepenuhnya reda. Aksi siswa bahkan sempat viral di media sosial dan mendapat banyak dukungan. Guru yang bersangkutan kini sudah dinonaktifkan sambil menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Pihak sekolah menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan transparan, serta memberikan pendampingan psikologis kepada korban maupun siswa lainnya agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Baca juga: Kasus Kematian Raya di Sukabumi Berujung Sanksi Penundaan Dana Desa oleh Gubernur Jabar

  • Penulis: Dilan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prodi Sistem Informasi Kampus Sukabumi Gelar Rapat persiapan Kolaborasi dengan STIKI Malang

    Prodi Sistem Informasi Kampus Sukabumi Gelar Rapat persiapan Kolaborasi dengan STIKI Malang

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2024
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    sukabumiHitz.com – Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Sukabumi dalam rangka pengembangan pendidikan digital yang holistik dan adaptif.menggelar Rata Analisis target dan Indentifikasi Kebuthan konten Pembelajaran Daring Kolaboratif (9/6) Kegiatan yang bertujuan untuk menyatukan pemikiran dari berbagai pihak terkait, seperti dosen pengampu, pengembang konten, dan ahli teknologi pendidikan, guna merumuskan strategi yang tepat untuk menciptakan konten […]

  • pendidikan agama

    Mahasiswa UBSI Sukabumi Tanamkan Nilai Keislaman untuk Membentuk Insan Kamil di SDN 2 Mangkalaya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menggelar sosialisasi edukatif pendidikan agama Islam di SDN 2 Mangkalaya pada Senin (25/05/2026). Melalui kegiatan bertema “Implementasi Nilai Iman, Islam, & Ihsan sebagai Upaya Pembentukan Insan Kamil dalam Kehidupan Sehari-hari”, mahasiswa berupaya memberikan edukasi moral dan keagamaan kepada siswa sekolah dasar. Kelompok […]

  • AI Conference 2025

    Antusias Peserta Ramaikan AI Conference 2025, Belajar Tren Teknologi Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Puluhan pelajar dan guru memadati ballroom Hotel Laska pada Kamis (14/08) untuk mengikuti Independence Day – Artificial Intelligence Conference 2025. Digital Creative Community (DICO) menggelar agenda ini dengan dukungan penuh Universitas Bina Sarana Informatika yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif menjadi sponsor utama. Acara ini menjadi ruang diskusi terbuka mengenai perkembangan pesat kecerdasan […]

  • Di Era Chat dan Typing, “Katakan Saja” Jadi Pengingat untuk Jujur

    Di Era Chat dan Typing, “Katakan Saja” Jadi Pengingat untuk Jujur

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Khifnu, penyanyi muda berbakat asal Tarakan, merilis single perdananya berjudul “Katakan Saja” pada tahun 2020. Sejak perilisannya, lagu ini langsung mencuri perhatian penggemar musik Indonesia karena memadukan melodi pop lembut dengan lirik emosionalnya. Kehangatan musiknya mengajak pendengar untuk merefleksi diri ketika dilanda gejolak cinta. Pesan Kejujuran dalam Cinta Lewat “Katakan Saja”, Khifnu mengajak […]

  • Delegasi UBSI Menuju Bangkok untuk Global Youth Congress

    Delegasi UBSI Menuju Bangkok untuk Global Youth Congress

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Jakarta – Empat delegasi Universitas Bina Sarana Informatika berangkat ke Bangkok, Thailand, pada Kamis (2/7) untuk mengikuti Global Youth Congress (GYC) 2026 yang berlangsung pada 2–4 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Global Youth Conference on Sustainable Development Goals (SDGs) yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara. Bangkok kembali menjadi tempat berkumpulnya pemuda […]

  • Fenomena Toxic Productivity di Kalangan Anak Muda dan Cara Mengatasinya

    Fenomena Toxic Productivity di Kalangan Anak Muda dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Toxic productivity menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di era digital. Banyak anak muda merasa harus terus produktif setiap saat dan menganggap kesibukan sebagai tanda keberhasilan, sehingga sulit memberi ruang untuk beristirahat. Kondisi ini membuat seseorang merasa bersalah ketika tidak melakukan aktivitas produktif. Media sosial ikut mendorong munculnya kondisi tersebut. Anak muda terus […]

expand_less