Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Wisata » Kampung Batik Purwasedar, Jejak Batik Tulis hingga Kini

Kampung Batik Purwasedar, Jejak Batik Tulis hingga Kini

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Purwasedar – Kampung Batik Purwasedar menjadi salah satu potensi budaya yang masih bertahan hingga saat ini. Batik tulis khas kampung tersebut memiliki ciri tersendiri karena proses pembuatannya mengandalkan keterampilan tangan serta bahan pewarna alami. Setiap motif lahir dari kreativitas pembuatnya tanpa meniru motif dari tempat lain.

Kampung Batik Purwasedar mulai berkembang sejak 2005. Pada tahun 2007, pengelola mulai membangun tempat produksi dan langsung menjalankan proses pembuatan batik. Saat itu, sekitar 30 orang bekerja dalam usaha tersebut. Aktivitas produksi terus berjalan dan cukup aktif pada rentang 2010 hingga 2018.

Awal Mula dan Perkembangan Kampung Batik Purwasedar

Perjalanan usaha batik tersebut menjadi bagian dari perkembangan budaya lokal. Pada masa aktif produksinya, batik tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mendapat pesanan dari luar negeri.

Sekitar 2019, kondisi usaha mulai mengalami penurunan hingga masa pandemi COVID-19. Situasi tersebut turut memengaruhi jumlah pesanan dan aktivitas produksi. Meski begitu, para perajin tetap mempertahankan proses pembuatan batik tulis secara homemade.

Motif Khas hingga Pasar Mancanegara

Beragam motif batik khas Kampung Batik Purwasedar dengan corak dan warna yang beragam | Doc: Istimewa

Sentra batik ini memiliki sekitar 62 motif yang menjadi ciri khasnya. Salah satunya adalah motif Baksil yang mengangkat tema pertanian dan telah mendapat pengakuan melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Batik karya perajin setempat juga pernah mendapat perhatian dari sejumlah pihak luar negeri. Pesanan pernah datang dari Malaysia, Korea, hingga UNESCO. Produk tersebut bahkan pernah dibawa ke UNESCO, sehingga para perajin mendapat kesempatan memperkenalkan proses membatik secara langsung.

Pihak UNESCO juga sempat memberikan tawaran terhadap produk tersebut. Namun, tawaran itu tidak berlanjut karena adanya kekhawatiran bahwa proses tertentu dapat menghilangkan nilai seni dan budaya batik tulis.

Kampung Batik Purwasedar Bertahan melalui Pesanan

Saat ini, usaha tersebut tidak lagi memiliki karyawan karena jumlah penjualan mengalami penurunan. Proses produksi berjalan secara mandiri dan hanya berlangsung saat ada pesanan. Pembeli biasanya memberikan uang muka terlebih dahulu sebelum para perajin memulai proses pembuatan.

Barang sisa ekspor juga dapat masyarakat peroleh dengan harga lebih terjangkau. Sementara itu, batik tulis homemade memiliki nilai jual lebih tinggi. Harga sekitar Rp250 ribu belum cukup untuk mendapatkan batik tulis, tergantung jenis dan proses pembuatannya.

Kain untuk bahan batik berasal dari Pekalongan, sedangkan pewarna menggunakan bahan alami. Proses penghilangan warna pada kain menggunakan teknik godog atau perebusan. Berbagai proses manual tersebut menjadi bagian dari nilai budaya yang membuat batik tulis khas Purwasedar tetap memiliki karakter tersendiri hingga kini.

BSI Explore 2026 Kenalkan Potensi Budaya Purwasedar

Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi turut mengenal potensi budaya dan ekonomi lokal melalui program BSI Explore 2026 di Desa Purwasedar. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung berbagai potensi yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk keberadaan Kampung Batik Purwasedar.

Program BSI Explore 2026 mengusung tema “Inspirasi Membangun Negeri”. Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti program tersebut di lima desa Kecamatan Ciracap. Kelima desa itu meliputi Desa Purwasedar, Desa Gunung Batu, Desa Ujung Genteng, Desa Cikangkung, dan Desa Pangumbahan.

Selama berada di Purwasedar, mahasiswa berkesempatan mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Mereka juga dapat melihat bagaimana keterampilan membatik menjadi bagian dari potensi budaya sekaligus kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa tidak hanya mengenal budaya lokal, tetapi juga memahami berbagai potensi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkembang di Purwasedar. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam melihat potensi daerah secara langsung.

  • Penulis: Ardila Khaylila
  • Editor: Siti Hasna Wulandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • hari kebebasan pers sedunia 2024

    Hari Kebebasan Pers Sedunia 2024

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom City. Yang merupakan kesempatan untuk mengakui peran penting jurnalisme dan kebebasan berbicara, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan global yang kritis saat ini. Fungsi merayakan hari pers sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran, menghormati dan menjunjung tinggi hak kebebasan […]

  • 10 Tempat Asyik Berburu Takjil di Sukabumi, Sambil Ngabuburit Seru!

    10 Tempat Asyik Berburu Takjil di Sukabumi, Sambil Ngabuburit Seru!

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebuah kota yang terkenal dengan suasana yang asri dan sejuk, kini semakin ramai dengan berbagai pilihan tempat berburu takjil selama bulan Ramadan. Bagi warga Sukabumi, ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa menjadi momen yang sangat dinantikan. Salah satu kegiatan yang paling populer adalah mencari takjil, jajanan berbuka yang beragam dan lezat. Berikut adalah […]

  • Pokemon Champions Game Kompetitif Terbaru 2026

    Pokemon Champions Game Kompetitif Terbaru 2026

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kabar menarik datang bagi para penggemar Pokemon di seluruh dunia. Game terbaru berjudul Pokemon Champions resmi hadir sebagai proyek yang menonjolkan pertarungan kompetitif antar trainer. Berbeda dari seri Pokemon sebelumnya yang menekankan eksplorasi dan cerita, game ini menghadirkan pendekatan yang lebih serius pada strategi dan battle. Selain itu, game kompetitif ini dirancang sebagai […]

  • ONIC Esports Sapu Bersih Mythic Seal 3–0 di Quarterfinal MSC × EWC 2025 | Sumber : Bo3.gg

    ONIC Esports Menggila! Tumbangkan Mythic Seal 3–0 dan Melaju ke Semifinal MSC 2025

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz– ONIC Esports dari Indonesia kembali membuktikan dominasinya di kancah internasional. Dalam babak Quarterfinal Knockout Stage turnamen Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) 2025 yang berkolaborasi dengan Esports World Cup (EWC), ONIC tampil impresif dengan mengalahkan Mythic Seal, wakil asal Myanmar, dengan skor telak 3–0 dalam format Best of Five. Kemenangan ini membawa […]

  • Masih Ragu Kuliah? Data Gaji Sarjana 2025 Jawab Mitos Era Digital | Doc: Istimewa

    Masih Ragu Kuliah? Data Gaji Sarjana 2025 Jawab Mitos Era Digital

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Belakangan, linimasa media sosial ramai oleh narasi “mending-mending” yang meremehkan pendidikan formal. Banyak orang membandingkan kesuksesan segelintir tokoh terkenal dengan kondisi mayoritas masyarakat. Ada yang berkata, “Ngapain kuliah capek-capek kalau lulusan SD bisa jadi miliarder?” atau “Mark Zuckerberg saja drop out, kenapa kita harus kuliah?”. Ungkapan semacam ini memang terdengar menggoda, terutama bagi […]

  • Prodi Perbankan Syariah STEI SEBI Gelar Pelatihan Keterampilan Teknis Perbankan Syariah

    Prodi Perbankan Syariah STEI SEBI Gelar Pelatihan Keterampilan Teknis Perbankan Syariah

    • calendar_month Sabtu, 4 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Depok— Program Studi Perbankan Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI Depok menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Teknis (Hard Skill) Perbankan Syariah pada Kamis, 2 November 2023. Acara yang diadakan di kampus STEI SEBI Depok itu  mengahadirkan narasumber dari praktisi yang ahli di bidangnya. Yakni,  Gamma Mufti Jauhari (Portofolio Management & Risk Governance Head BTPN Syariah), […]

expand_less