Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Festival Budaya Anak Pesisir Series 4: Panitia, UMKM, Pengunjung

Festival Budaya Anak Pesisir Series 4: Panitia, UMKM, Pengunjung

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Purwasedar – Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 kembali hadir di Saung Alam Buruan Ajar Indonesia, Desa Purwasedar, pada Minggu (9/8). Memasuki tahun keempat, festival ini tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kegiatan budaya, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah.

Namun, pelaksanaan tahun ini memiliki cerita tersendiri bagi panitia. Sejumlah kendala membuat penyelenggaraan Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 terasa berbeda dari tiga pelaksanaan sebelumnya.

Catatan Panitia Festival Budaya Anak Pesisir

Hilda selaku panitia mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival tahun ini menjadi pengalaman yang cukup berbeda. Beberapa tamu undangan yang sebelumnya masuk dalam rencana kehadiran ternyata tidak dapat datang. Selain itu, dukungan pendanaan yang semula ada juga mengalami perubahan sehingga turut memengaruhi persiapan acara.

“Acara ini paling zonk dari tiga tahun sebelumnya. Ini acara keempat karena tamu undangan tidak dapat hadir dan dukungan funding juga banyak yang mundur,” ujar Hilda.

Meski menghadapi berbagai kendala, panitia tetap berusaha menjalankan festival hingga selesai. Hilda berharap pelaksanaan tahun berikutnya dapat kembali lebih meriah dan memiliki persiapan yang lebih matang.

“Harapannya, tahun depan bisa lebih seru,” tambahnya.

UMKM Turut Meramaikan Festival

Pelaku UMKM menampilkan produk kain dan kerajinan lokal dalam Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 di Desa Purwasedar | Doc: Istimewa

Selain pertunjukan seni dan budaya, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Sejumlah pelaku usaha dari Kampung Batik dan Ujung Genteng turut meramaikan acara tersebut.

Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam festival karena memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk lokal kepada pengunjung. Partisipasi tersebut juga membuka ruang interaksi antara pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir.

Kesan Pengunjung di Festival Budaya Anak Pesisir

Beragam wayang golek dan kerajinan bernuansa budaya lokal dipamerkan dalam rangkaian kegiatan di Desa Purwasedar | Doc: Istimewa

Bagi pengunjung, berbagai pertunjukan seni dan budaya menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Diana Safitri, 18 tahun, mengaku terkesan melihat penampilan budaya yang hadir dalam festival.

“Dari berbagai pertunjukan seni budaya, membuat saya terkesan karena kita di daerah terpencil, tapi kita bisa mempertunjukkan seni-seni yang ada di daerah kita,” ujar Diana.

Diana juga menilai festival tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luar. Ia merasa bangga karena berbagai kesenian dari daerahnya dapat tampil dan mendapat perhatian dari pengunjung.

“Kalau satu kata untuk festival ini, keren,” ujar Diana.

Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 akhirnya menjadi catatan tersendiri bagi panitia, pelaku UMKM, maupun pengunjung. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, kegiatan ini tetap menjadi wadah bagi budaya, masyarakat, dan pelaku usaha lokal untuk berkumpul serta memperkenalkan potensi yang ada pada wilayah pesisir.

BSI Explore 2026 Ikut Mengenal Potensi Budaya di Purwasedar

Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi turut mengikuti aktivitas masyarakat melalui program BSI Explore 2026 di Desa Purwasedar. Kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan untuk melihat langsung berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas budaya dan ekonomi lokal yang berlangsung di desa.

Program BSI Explore 2026 mengusung tema “Inspirasi Membangun Negeri”. Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti program tersebut di lima desa Kecamatan Ciracap. Kelima desa itu meliputi Desa Purwasedar, Desa Gunung Batu, Desa Ujung Genteng, Desa Cikangkung, dan Desa Pangumbahan.

Selama berada di Purwasedar, mahasiswa berkesempatan mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Mereka juga melihat bagaimana kegiatan budaya dapat mempertemukan berbagai pihak, mulai dari panitia, pelaku UMKM, hingga pengunjung.

Kehadiran mahasiswa BSI Explore 2026 turut memberikan sudut pandang lain terhadap kegiatan masyarakat di desa. Selain mengenal budaya lokal, mahasiswa dapat memahami potensi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkembang di sekitar masyarakat Purwasedar.

  • Penulis: Ardila Khaylila
  • Editor: Siti Hasna Wulandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kode Redeem Roblox November 2025: Dapatkan Item Gratis Sekarang

    Kode Redeem Roblox November 2025: Dapatkan Item Gratis Sekarang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz — Roblox kembali memberi kejutan menarik bagi para pemain di bulan November 2025. Melalui kode redeem terbaru, pemain bisa memperoleh berbagai hadiah gratis mulai dari aksesori unik, item eksklusif, hingga bonus di beberapa game populer. Setiap kode punya batas waktu tertentu, jadi pemain harus segera menukarkannya sebelum kedaluwarsa. Tim pengembang Roblox rutin merilis kode […]

  • Budaya Anak Pesisir

    Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 Jadi Ruang Kreativitas Generasi Muda

    • calendar_month 57 menit yang lalu
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Purwasedar – Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 berlangsung di Saung Alam Buruan Ajar Indonesia, Desa Purwasedar, pada Minggu (9/8). Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak pesisir untuk mengenal budaya dan mengembangkan kreativitas. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong rasa percaya diri melalui berbagai aktivitas seni dan budaya. Acara tersebut turut menghadirkan Ketua Kelompok Sadar […]

  • Gracias Kevin Amsal Bramanta, wisudawan terbaik UBSI ke-61

    Gracias Raih Wisudawan Terbaik UBSI ke-61 Meski Bekerja di Sekretariat Presiden

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bekasi, Menjadi lulusan terbaik bukanlah hal yang mudah, apalagi jika harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Namun, Gracias Kevin Amsal Bramanta berhasil membuktikan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Ia adalah mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi (S1) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Dengan perolehan IPK sempurna 4.00, Gracias dinobatkan sebagai Wisudawan […]

  • Luis de la Fuente

    Tanggapan Luis de la Fuente Usai Spanyol Kalahkan Prancis dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, mengaku bangga setelah timnya mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Kemenangan itu membawa La Furia Roja kembali ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010. De la Fuente Puji Mental Para Pemain Dalam konferensi pers […]

  • Hidup Sesuai Kemampuan: Kunci Finansial yang Sering Diabaikan

    Hidup Sesuai Kemampuan: Kunci Finansial yang Sering Diabaikan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Banyak orang ingin terlihat mapan, tetapi tidak semua benar-benar hidup dalam kondisi yang stabil. Di tengah arus gaya modern, standar sering terbentuk dari apa yang terlihat di media sosial, bukan dari kemampuan finansial pribadi. Keinginan untuk mengikuti tren, nongkrong di tempat tertentu, atau membeli barang terbaru sering kali mendorong seseorang mengambil keputusan di […]

  • Digital Detox: Cara Sederhana Mengurangi Stres di Era Gadget

    Digital Detox: Cara Sederhana Mengurangi Stres di Era Gadget

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era serba digital, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tanpa sadar. Notifikasi yang terus muncul, kebiasaan scroll media sosial, hingga tuntutan untuk selalu online sering membuat pikiran terasa penuh. Kondisi ini memicu stres, menurunkan fokus, dan mengganggu kualitas hidup. Karena itu, kamu perlu mulai mengatur penggunaan gadget agar hidup terasa […]

expand_less