Sukabumihitz – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menggelar Mentoring Sosialisasi PPK Ormawa 2026 pada Rabu, (11/2) pukul 14.15 WIB secara daring. Melalui kegiatan ini, HIMASI mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
PPK Ormawa merupakan program hibah nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini mendorong organisasi mahasiswa menjalankan pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan desa atau kelurahan mitra.
Mahasiswa tidak hanya perlu merancang ide yang kreatif. Mereka juga harus menyusun proposal yang sistematis, solutif, serta berkelanjutan.
Hadirkan Narasumber Berpengalaman
HIMASI menghadirkan Agung Wibowo, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI Sukabumi serta Dede Wintana, yang berpengalaman sebagai reviewer proposal hibah bidang non-akademik.
Keduanya membagikan strategi teknis agar proposal memiliki daya saing kuat di tingkat nasional.

Agung Wibowo menekankan pentingnya menyusun judul proposal yang menarik dan relevan. Menurutnya, judul menjadi kesan pertama yang mencerminkan kualitas gagasan.
“Judul harus spesifik, jelas, dan menggambarkan solusi yang ditawarkan. Hindari penggunaan istilah yang terlalu umum sehingga tidak menunjukkan urgensi permasalahan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan kebijakan akademik bagi mahasiswa yang lolos pendanaan. Mahasiswa yang lolos seleksi langsung menjalankan program sesuai proposal. Kampus mengalihkan fokus pembelajaran mahasiswa ke pelaksanaan program tersebut agar mereka dapat bekerja secara optimal dan profesional.
Baca Juga: HIMASI UBSI Kampus Sukabumi Siap Gelar Mentoring Sosialisasi PPK Ormawa
Strategi Menentukan Desa Mitra
Dede Wintana menyoroti ketentuan penting dalam pemilihan mitra program. Ia menegaskan bahwa desa atau kelurahan yang dipilih tidak boleh sedang atau pernah bekerja sama dengan tim PPK Ormawa dari perguruan tinggi lain maupun dari UBSI.
Aturan ini menjaga pemerataan dampak program dan mencegah tumpang tindih kegiatan.

Lebih lanjut, Dede mengarahkan mahasiswa untuk menentukan desa sasaran sebelum menyusun proposal. Setelah itu, mahasiswa perlu melakukan observasi dan mengidentifikasi permasalahan nyata di lapangan.
“Cari desanya terlebih dahulu, lakukan observasi, lalu temukan masalah yang relevan. Program yang baik lahir dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar ide di atas kertas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga konsistensi antara latar belakang masalah, tujuan program, rencana kegiatan, hingga anggaran. Proposal yang kompetitif harus menunjukkan dampak terukur serta rencana keberlanjutan setelah pendanaan berakhir.
Antusiasme Mahasiswa Sistem Informasi
Peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif dan interaktif. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait strategi penyusunan proposal serta peluang lolos seleksi nasional.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya semangat mahasiswa Sistem Informasi UBSI Sukabumi dalam berkontribusi melalui program pemberdayaan masyarakat.
Melalui mentoring ini, Prodi Sistem Informasi UBSI Sukabumi menargetkan lebih banyak organisasi mahasiswa mampu menghasilkan proposal berkualitas dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini memperkuat budaya kompetitif serta kolaboratif di lingkungan kampus.














