Berita

Duet Jaipong Ariel Tatum dan Happy Salma Panaskan Panggung Sukabumi 1980

179
×

Duet Jaipong Ariel Tatum dan Happy Salma Panaskan Panggung Sukabumi 1980

Sebarkan artikel ini
Penampilan Happy Salma dan Ariel Tatum di Pagelaran seni Sukabumi 1980 | Doc: detik.com

Sukabumihitz – Titimangsa dan Bakti Budaya Djarum Foundation berkolaborasi menggelar Sukabumi 1980. Pagelaran seni Sukabumi 1980 berlangsung meriah di Salabintana Resort, Sukabumi, Jawa Barat, pada (8/12).

Sejumlah penampil terkemuka mengisi panggung pertunjukan, di antaranya Dewi Gita, Donna Agnesia, Ariel Tatum dan Happy Salma. Di antara mereka, Ariel Tatum dan Happy Salma tampil mencuri perhatian karena sukses memanaskan panggung dengan menari Jaipong.

Dengan mengenakan kebaya warna pink berselendang kuning dengan kain batik Sukabumi, duet tarian Ariel Tatum dan Happy Salma sukses mengundang tepuk tangan penonton. Keduanya bahkan mendapatkan saweran saat menari.

Sukabumi dipilih oleh Happy Salma, karena dirinya memiliki ikatan emosional, bahkan tidak akan pernah melupakan kota kelahirannya. Ia juga mengatakan pada era 1980-an sukabumi merupakan kota di Jawa Barat yang erat kaitannya dengan seni tradisional.

“Beragam kesenian dan kebudayaan Sunda seperti degung, pencak silat, tari Jaipong, dan berbagai kesenian khas Sunda lainnya terdapat dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti di sekolah, upacara peresmian dan hajatan,” ujar Happy.

Ariel Tatum juga menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kesadarannya terhadap tradisi dan kebudayaan Indonesia yang diwariskan oleh para leluhurnya semakin meningkat.

Dunia tari sesungguhnya bukan hal baru bagi Ariel Tatum. Kecintaan terhadap tari tradisional mulai sejak dua tahun lalu ketika ia mulai mempelajari tarian khas Solo dan Yogyakarta.

“Kecintaan saya akan tari tradisional mulai sejak 2 tahun lalu ketika saya mulai mempelajari tarian khas Solo dan Yogyakarta. Di sini saya berkesempatan membawakan Tarian Jaipong bernama Adumanis yang kental dengan kebudayaan Sunda. Semoga penampilan kami dapat menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda untuk mempelajari ragam kebudayaan yang ada di Indonesia,” ucap Ariel.

Ia berharap nantinya generasi muda dapat merasa dekat dan tertarik dengan seni tradisional, menyadari bahwa tradisi tidak kaku, dan menari tradisional merupakan pengalaman yang menyenangkan karena berasal dari kehidupan sehari-hari kita.

Baca juga : Sukabumi 1980, Nostalgia Seni Tradisional di Jawa Barat pada Era 1980-an