
Sukabumihitz – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar pelatihan pembuatan produk dan desain kemasan bagi anggota Bank Sampah Go Green Greeny Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (16/6).
Sri Wasiyanti, M.Kom memimpin kegiatan tersebut bersama Dr. Euis Meinawati sebagai anggota tim. Pelatihan berlangsung di Depok dan bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga membantu peserta memperkuat daya tarik produk melalui kemasan yang lebih profesional.
Baca Juga: Generasi Z, Ekonomi Hijau, dan Transformasi Digital: Kunci Ketahanan Fiskal Indonesia
Tingkatkan Nilai Jual Produk Daur Ulang
Pelatihan menghadirkan Indah Purwandani, Ketua Pengurus Bank Sampah Go Green Greeny Bojong Gede, sebagai narasumber. Ia menjelaskan pentingnya inovasi produk dan kemasan untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas peluang pemasaran.
“Produk yang baik perlu dukungan kemasan yang menarik dan informatif agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Kemasan juga menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing produk di pasar,” ujar Indah.
Peserta mengikuti sesi diskusi dan praktik secara aktif. Mereka mempelajari tahapan pembuatan produk bernilai tambah, pemilihan bahan kemasan, penyusunan identitas produk, serta prinsip desain kemasan yang efektif.
Mahasiswa UBSI Turut Mendampingi Peserta
Selain dosen, Muhammad Imron Suparna dan Ryu Putra Yonata turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kedua mahasiswa UBSI tersebut membantu proses pendampingan peserta sekaligus mendukung dokumentasi selama pelatihan. Mereka juga berinteraksi langsung dengan peserta selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Sri Wasiyanti menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas anggota bank sampah. Menurutnya, anggota tidak hanya perlu memahami pengelolaan limbah, tetapi juga harus mampu mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dukung Pemberdayaan Masyarakat
Sri menambahkan bahwa kemampuan mengolah produk dan merancang kemasan menjadi bekal penting bagi keberlanjutan usaha berbasis komunitas. Dengan kemampuan tersebut, anggota bank sampah dapat memperluas peluang usaha dan meningkatkan nilai tambah hasil daur ulang.
Baca Juga: Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal Tahap I Bekali Mahasiswa SIA Hadapi Dunia Investasi
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta semakin termotivasi untuk berinovasi dalam menciptakan produk kreatif berbasis daur ulang. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan ekonomi komunitas,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, tim PkM UBSI berharap anggota bank sampah dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan produk yang lebih bernilai. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.













