Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Generasi Z, Ekonomi Hijau, dan Transformasi Digital: Kunci Ketahanan Fiskal Indonesia

Generasi Z, Ekonomi Hijau, dan Transformasi Digital: Kunci Ketahanan Fiskal Indonesia

  • account_circle Anita Rahmawati
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – Tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi perekonomian global. Konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan perkembangan teknologi yang sangat cepat memengaruhi stabilitas fiskal berbagai negara. Kondisi tersebut mendorong setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat ketahanan fiskalnya melalui optimalisasi penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak.

Dalam situasi tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memegang peran penting. APBN berfungsi menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

Salah satu fondasi utama ketahanan fiskal adalah penerimaan pajak. Pajak tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata. Sebaliknya, pajak menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berdasarkan dokumen RAPBN 2026, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan sebesar Rp2.357,7 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target itu menunjukkan optimisme pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, kebutuhan pembiayaan pembangunan juga terus meningkat.

Baca juga: AI dan Akuntansi Digital: Skill Masa Depan yang Banyak Dicari Perusahaan

Direktorat Jenderal Pajak melalui artikel “Rp394,8 Triliun dan Masa Depan Indonesia” mencatat penerimaan pajak hingga akhir kuartal I tahun 2026 mencapai Rp394,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 20,7 persen secara tahunan. Sementara itu, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) melaporkan penerimaan pajak hingga Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun. Jumlah tersebut meningkat 22,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa rendahnya rasio perpajakan atau tax ratio. Angkanya berada pada kisaran 10,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat potensi pajak yang belum tergarap secara optimal.

Karena itu, Indonesia memerlukan strategi perluasan basis pajak atau tax base broadening. Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pemerintah juga perlu menjangkau sumber ekonomi baru yang berkembang di era digital. Dalam konteks ini, sinergi teknologi, ekonomi hijau, dan Generasi Z menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat ketahanan fiskal nasional.

Digitalisasi Perpajakan dan Potensi Ekonomi Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi masyarakat. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi sistem perpajakan Indonesia.

Melalui implementasi Coretax, Direktorat Jenderal Pajak mulai mengintegrasikan berbagai data perpajakan. Langkah tersebut membuat proses administrasi, pelaporan, dan pengawasan menjadi lebih akurat. Selain itu, sistem perpajakan juga menjadi lebih transparan.

Pemanfaatan teknologi memungkinkan pemerintah menjangkau aktivitas ekonomi yang sebelumnya sulit teridentifikasi. Pertumbuhan e-commerce, layanan digital, content creator, freelancer, dan affiliate marketer melahirkan sumber penghasilan baru. Aktivitas tersebut berpotensi menjadi bagian dari basis pajak nasional.

Dengan dukungan teknologi, pemerintah dapat mendata potensi tersebut secara lebih optimal. Upaya tersebut dapat dilakukan tanpa meningkatkan tarif pajak. Oleh sebab itu, transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan. Transformasi ini juga mampu memperluas cakupan wajib pajak secara berkelanjutan.

Ekonomi Hijau sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Selain teknologi, ekonomi hijau juga menawarkan peluang baru bagi Indonesia. Konsep ini semakin penting seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap pembangunan berkelanjutan.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), ekonomi hijau merupakan model pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Model tersebut juga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi risiko lingkungan secara bersamaan.

Perkembangan sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, pengelolaan limbah, dan ekonomi sirkular membuka peluang ekonomi baru. Berbagai sektor tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara pada masa depan.

UNEP menyebutkan bahwa transisi menuju ekonomi hijau berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja baru. Peluang tersebut terutama muncul pada sektor energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan. Pertumbuhan aktivitas ekonomi tersebut pada akhirnya akan memperluas basis pajak nasional.

Dengan demikian, ekonomi hijau tidak hanya menjadi solusi terhadap masalah lingkungan. Lebih dari itu, ekonomi hijau dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan penerimaan negara dalam jangka panjang.

Peran Generasi Z dalam Mendukung Perluasan Basis Pajak

Keberhasilan perluasan basis pajak juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini, Generasi Z memiliki peran yang sangat penting.

Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. Karena itu, mereka cenderung adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap inovasi. Selain itu, Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Kondisi tersebut menjadikan generasi muda sebagai kelompok produktif terbesar dalam perekonomian nasional.

Saat ini, banyak Generasi Z yang aktif sebagai pelaku usaha digital. Sebagian lainnya menjadi content creator, pengembang aplikasi, dan pelaku ekonomi kreatif. Aktivitas tersebut terus berkembang dan berpotensi menjadi sumber penerimaan negara.

Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh sistem perpajakan yang adaptif. Selain itu, literasi pajak juga harus terus ditingkatkan. Dengan demikian, Generasi Z tidak hanya memandang pajak sebagai kewajiban. Mereka juga dapat melihat pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Generasi Z sebagai Penggerak Ekonomi Hijau dan Inovasi Digital

Generasi Z juga memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi hijau. Mereka dapat berkontribusi melalui pengembangan green startup dan teknologi ramah lingkungan. Selain itu, berbagai usaha berkelanjutan juga terus bermunculan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara teknologi, ekonomi hijau, dan Generasi Z. Ketiga aspek tersebut saling mendukung dalam menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Pemanfaatan teknologi digital oleh Generasi Z dapat melahirkan berbagai inovasi. Inovasi tersebut berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru. Pada akhirnya, perkembangan tersebut turut memperluas basis pajak Indonesia.

Sinergi Tiga Pilar untuk Masa Depan Fiskal Indonesia

Perluasan basis pajak merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal Indonesia. Upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan wajib pajak yang sudah ada. Sebaliknya, pemerintah juga perlu menjangkau sumber ekonomi baru yang terus berkembang.

Dalam hal ini, transformasi teknologi, ekonomi hijau, dan Generasi Z menjadi tiga pilar yang saling melengkapi. Teknologi meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan. Sementara itu, ekonomi hijau menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Di sisi lain, Generasi Z menjadi penggerak inovasi dan pertumbuhan ekonomi masa depan.

Sinergi ketiga pilar tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia. Melalui langkah tersebut, Indonesia dapat membangun sistem perpajakan yang lebih luas dan berkelanjutan. Selain itu, ketahanan fiskal nasional juga akan semakin kuat. Pada saat yang sama, pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terus terwujud.

Baca juga: Mahasiswa dan Bisnis: Mengapa Banyak Anak Kuliah Mulai Bangun Usaha Sejak Dini?

  • Penulis: Anita Rahmawati

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK NHP Cianjur C Hipnotis Penonton dengan Kostumnya yang Memukau | dok. Istimewa

    SMK NHP Cianjur C Memukau Penonton dan Berhasil Menjadi Pemenang Kostum Terbaik LKBB BSI FLASH 2024

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Event LKBB BSI FLASH 2024 baru saja selesai terlaksana pada Sabtu (7/9) di Universitas BSI Sukabumi. Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah pengumuman pemenang kostum terbaik. Penampilan kostum menjadi salah satu elemen penting yang menambah kemeriahan acara ini. Tiga peserta terbaik berhasil mencuri perhatian juri dan penonton dengan kreativitas serta keunikan kostum […]

  • Hasil Turnamen Bulu Tangkis India Open 2023

    Hasil Turnamen Bulu Tangkis India Open 2023

    • calendar_month Senin, 23 Jan 2023
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Turnamen Sukabumi – India Terbuka 2023 adalah turnamen bulu tangkis yang telah diadakan di K. D. Jadhav Indoor Hall di New Delhi, India, dari tanggal 17 hingga 22 Januari 2023. Total jumlah hadiah uang turnamen ini sebanyak $850,000. Turnamen India Terbuka 2023 menjadi tahun pertama dimana statusnya sebagai turnamen Super 750.  Turnamen ini diselenggarakan oleh […]

  • Peran Graphic Designer dalam Membentuk Identitas Visual di Era Digital

    Peran Graphic Designer dalam Membentuk Identitas Visual di Era Digital

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Komunikasi visual memegang peran penting dalam menyampaikan pesan di ruang digital. Graphic designer hadir sebagai profesional yang mengubah ide menjadi visual yang bermakna dan mudah dipahami. Melalui kombinasi warna, tipografi, dan komposisi, graphic designer membantu merek, institusi, dan individu membangun identitas yang kuat serta konsisten. Peran ini menjadikan desain grafis sebagai elemen strategis […]

  • Prodi Digitalpreneur Cyber University Cetak Pengusaha Muda Berdaya Saing

    Prodi Digitalpreneur Cyber University Cetak Pengusaha Muda Berdaya Saing

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta, Cyber University terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia bisnis melalui program studi Kewirausahaan (Digitalpreneur) yang inovatif dan berbasis praktik. Prodi ini membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis, manajerial, dan berpikir strategis untuk menghadapi tantangan industri. Menurut Zaenal Arief, Ketua Prodi Kewirausahaan (Digitalpreneur) Cyber University, prodi ini menerapkan pembelajaran seimbang antara […]

  • Gracias Kevin Amsal Bramanta, wisudawan terbaik UBSI ke-61

    Gracias Raih Wisudawan Terbaik UBSI ke-61 Meski Bekerja di Sekretariat Presiden

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bekasi, Menjadi lulusan terbaik bukanlah hal yang mudah, apalagi jika harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Namun, Gracias Kevin Amsal Bramanta berhasil membuktikan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Ia adalah mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi (S1) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Dengan perolehan IPK sempurna 4.00, Gracias dinobatkan sebagai Wisudawan […]

  • argentina vs cape verde

    Hasil Argentina vs Cape Verde, Albiceleste Menang Dramatis 3-2 Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Timnas Argentina harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Juara bertahan itu menundukkan debutan Cape Verde dengan skor 3-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu pada laga 32 besar yang berlangsung di Miami Stadium, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) WIB. Argentina membuka keunggulan lebih dulu melalui Lionel Messi pada […]

expand_less