Gempa Laut Pangandaran Guncang Sukabumi, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Aktif
- account_circle Siti Hasna Wulandari
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gempa Laut Pangandaran Guncang Sukabumi, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Aktif| Sumber: BMKG
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bumi yang mengguncang wilayah laut Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8) malam. Gempa bermagnitudo 5,3 itu mengguncang sejumlah daerah, termasuk Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Aktivitas sesar aktif di dasar laut memicu gempa tersebut. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil pembaruan analisis menunjukkan magnitudo gempa sebesar 5,2. Gempa berlangsung pada pukul 21.55.41 WIB.
BMKG menetapkan pusat gempa sekitar 87 kilometer di barat daya Pangandaran. Titiknya berada pada koordinat 8,17 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur dengan kedalaman 14 kilometer.
Dikutip dari Sukabumiupdate, Wijayanto menjelaskan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan aktivitas sesar aktif di bawah laut memicu gempa dangkal tersebut.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pola pergerakan geser naik (oblique-thrust fault).
BMKG juga memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak memicu gelombang tsunami sehingga masyarakat tidak perlu panik.
Getaran Mencapai Sukabumi
BMKG menerima laporan dari masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat yang merasakan getaran dengan intensitas berbeda.
Masyarakat di Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk merasakan guncangan dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah seperti truk besar yang sedang melintas.
Masyarakat di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey juga merasakan guncangan dengan intensitas II–III MMI. Sebagian warga mengaku merasakan getaran cukup jelas saat berada di dalam bangunan.
Sementara itu, masyarakat di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, hingga Palabuhanratu merasakan getaran pada skala II MMI. Getaran itu membuat beberapa benda ringan yang menggantung ikut bergoyang.
BMKG Catat Satu Gempa Susulan
Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat satu gempa susulan (aftershock) bermagnitudo 2,2.
Dikutip dari Sukabumiupdate, Wijayanto mengatakan BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan. Pihaknya juga akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat dan instansi terkait apabila muncul perkembangan baru.
BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, BMKG meminta warga menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak hingga petugas menyatakan bangunan tersebut aman.
Dikutip dari Sukabumiupdate, BMKG juga mengajak masyarakat mengikuti informasi terbaru melalui akun @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta WRS-BMKG.
- Penulis: Siti Hasna Wulandari
- Editor: Ina Haryani
