Sukabumihitz – DICO Sukabumi menggelar Workshop Graphic Design bertajuk “Visual Storytelling: Strategi Visual untuk Event dan Promosi” di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Iyad Supriadin, Project Manager KIAN Sukabumi, sebagai narasumber. Ia membagikan wawasan dan pengalaman tentang desain grafis kepada peserta dari organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta masyarakat umum.
Workshop ini mengangkat tema visual storytelling sebagai strategi komunikasi visual untuk mendukung promosi kegiatan dan publikasi organisasi. Selain menyampaikan materi, Iyad juga mengajak peserta mengikuti sesi praktik desain secara langsung.
Baca Juga: Global Youth Congress 2026, UBSI Raih Kesempatan Tampil di Forum Dunia
Tantangan Pemula dalam Dunia Desain

Usai kegiatan, Iyad menjelaskan bahwa keterbatasan perangkat masih menjadi tantangan bagi banyak pemula di bidang desain grafis. Menurutnya, tidak semua peserta memiliki laptop atau perangkat yang mendukung proses desain secara maksimal.
“Sekarang tantangannya ada pada perangkat. Tidak semua orang memiliki akses ke perangkat yang lebih profesional seperti laptop. Banyak yang masih menggunakan ponsel untuk membuat desain. Selain itu, sebagian peserta juga masih baru mengenal berbagai tools desain,” ujarnya.
Meski begitu, Iyad melihat peserta telah memiliki kemampuan dasar yang cukup baik. Menurutnya, mereka hanya perlu lebih sering berlatih agar kemampuan desain terus berkembang.
Ia juga menegaskan bahwa jam terbang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas seorang desainer. Semakin sering seseorang berkarya dan mencoba berbagai konsep visual, semakin luas pengalaman yang mereka miliki.
Antusiasme Peserta Jadi Pengalaman Berharga
Selain membahas tantangan, Iyad juga mengapresiasi antusiasme peserta selama workshop berlangsung. Peserta berasal dari berbagai organisasi mahasiswa, UKM, hingga masyarakat umum.
“Kesannya luar biasa karena audiensnya kompak. Dari berbagai media kampus, ormawa, UKM, dan juga dari luar kampus hadir dengan antusias. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” katanya.
Iyad mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya berbagi materi di hadapan mahasiswa. Karena itu, ia berusaha menyampaikan materi dengan cara yang mudah orang pahami sekaligus memberikan panduan praktik desain.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mudah menyerah saat belajar desain grafis. Menurutnya, banyak orang hanya melihat hasil akhir sebuah karya tanpa mengetahui proses panjang di baliknya.
“Orang lain tidak melihat usaha yang kita lakukan. Mereka hanya melihat hasil akhirnya. Padahal, seorang desainer bisa menghabiskan waktu berjam-jam mencari referensi, mengatur elemen desain, bahkan menyusun copywriting yang tepat,” jelasnya.
Bangun Kepercayaan Diri dalam Berkarya

Karena itu, Iyad mengajak peserta untuk terus berlatih dan memperbanyak pengalaman. Menurutnya, setiap desainer profesional juga memulai perjalanan dari tahap belajar.
Baca Juga: Mahasiswa Baru Antusias Ikuti Workshop AI, Siap Berkembang Aktif di Dunia Perkuliahan
Menutup wawancara, Iyad berharap peserta dapat memanfaatkan ilmu dari workshop untuk mengelola website dan media sosial organisasi secara lebih profesional. Selain itu, ia menekankan pentingnya menyusun guideline desain agar identitas visual organisasi tetap konsisten meski terjadi pergantian kepengurusan.
“Semoga peserta bisa lebih profesional dalam mengelola website dan media sosial organisasi. Jangan lupa membuat guideline desain karena identitas visual yang konsisten menjadi salah satu ciri organisasi yang profesional,” pungkasnya.
Workshop ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari visual storytelling, meningkatkan keterampilan desain grafis, serta memahami pentingnya pengalaman dan konsistensi dalam menghasilkan karya visual yang berkualitas.














