Sukabumihitz – Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Kampung Munjul, Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu sore, 2 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban berinisial HAA (4) meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang septic tank yang terisi air di area tersebut.
Kapolsek Gegerbitung, Subit Sudrajat, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban bermain bersama dua orang temannya di sekitar lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gegerbitung. Karena berada di kawasan persawahan yang berdekatan dengan lapangan , anak-anak kerap bermain di area tersebut.
Baca juga: Pengeroyokan Sadis di Sukaraja, Korban Tewas dengan Luka Tusuk
Lubang Tanpa Pengaman Jadi Pemicu
Saat bermain di sekitar galian septic tank, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam lubang yang telah terisi air hujan. Lubang tersebut memiliki ukuran cukup besar, yakni sekitar 4 meter panjang, 2 meter lebar, dan kedalaman mencapai 2 meter. Septic tank yang belum memiliki dinding maupun penutup membuat lokasi tersebut sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitarnya.
Upaya Evakuasi oleh Warga
Dua teman korban yang menyaksikan kejadian itu segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang datang dengan cepat langsung melakukan upaya evakuasi dengan mengangkat korban dari dalam lubang. Setelah berhasil mengevakuasi korban, Pihak terkait segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian menyebut keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk melakukan autopsi. Keluarga mengambil keputusan tersebut sebagai bentuk penerimaan terhadap peristiwa yang terjadi.
Imbauan Keselamatan di Area Pembangunan
Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan di area pembangunan. Lubang galian tanpa penutup atau pengaman berpotensi menimbulkan bahaya serius, terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, pihak terkait perlu mengambil langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.














