BeritaPendidikan

Gerakan Global South Percepat Transisi Energi Bersih Lewat Forum Internasional

9
×

Gerakan Global South Percepat Transisi Energi Bersih Lewat Forum Internasional

Sebarkan artikel ini
Gerakan Global South Percepat Transisi Energi Bersih | Doc: Istimewa

Sukabumihitz – Isu energi bersih dan transformasi hijau menjadi fokus utama negara-negara Global South yang berupaya capai net zero emission. Kolaborasi lintas sektor dari pemerintah, industri, akademisi, hingga generasi muda dibutuhkan untuk mewujudkan solusi nyata. Untuk itu, hadir BRICS Green Transformation Dialogue 2026 dengan tema “Synergizing the Global South for a Net-Zero Future.”

Kegiatan ini berlangsung atas inisiatif Generasi Energi Bersih Indonesia bersama Russian House Jakarta. Ratusan peserta memenuhi lokasi acara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/02). Peserta datang dari kalangan mahasiswa, akademisi, komunitas lingkungan, pelaku industri, serta organisasi pemuda.

Soroti Urgensi Transisi Energi

Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut memberikan pandangan strategis. Sergei G. Tolchenov membuka forum dengan menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Ia menilai kolaborasi antar negara berkembang memiliki peran besar dalam mempercepat adopsi energi bersih.

Sementara itu, M. Pradana Indraputra memaparkan arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi energi melalui pengembangan energi terbarukan, inovasi teknologi, serta dukungan regulasi yang berkelanjutan.

Peran Pemuda Jadi Fokus Diskusi Strategis

Diskusi panel berlangsung dinamis di bawah moderasi Fiari Larasati Putri. Para pembicara membahas kepemimpinan pemuda dalam perubahan iklim. Forum ini juga menghadirkan Benita Sashia Jayanti dari Institute for Essential Services Reform yang mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam advokasi energi bersih berbasis riset. Pada sesi penutup, Sandeep Chakravorty menekankan pentingnya solidaritas Global South dalam mewujudkan masa depan rendah karbon.

Rangkaian acara berlangsung interaktif melalui keynote session, panel diskusi, Youth Energy and Climate Forum, sesi tanya jawab terbuka, hingga networking antarpeserta. Para peserta juga merumuskan gagasan kolaboratif sebagai rekomendasi menuju pembangunan energi bersih yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sukabumi Wujudkan Sekolah Bersih Pungli demi Pendidikan Berkarakter