Sukabumihitz – Di antara ramainya toga, kilatan kamera, dan senyum yang menghiasi momen wisuda, satu figur tampil dengan ketenangan yang berbeda. Mohamad Tesyar Razbani, mahasiswa prodi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika kampus Sukabumi, menjalani hidupnya layaknya sistem yang ia rancang sendiri—rapi, terukur, dan efisien.
Pada siang hari, ia menjalani peran sebagai backend engineer secara jarak jauh. Ketika malam tiba, ia memimpin tim startup Linkbee sebagai tech lead. Usianya masih muda, namun tanggung jawab yang ia pikul setara profesional berpengalaman dengan segudang target dan agenda.
Baca juga: Akreditasi Unggul Perkuat Posisi Informatika Sukabumi di Dunia Pendidikan
Lingkungan Kampus yang Mendukung Praktik
Saat mengenang masa kuliah di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi, Tesyar tidak menyoroti pencitraan besar. Ia justru mengingat pelayanan administrasi yang responsif, dosen yang mudah dihubungi, dan suasana kelas yang tenang dengan penekanan kuat pada praktik. Lingkungan seperti ini, menurutnya, sangat ideal bagi mahasiswa IT.
Jurusan Pilihan Sepenuh Hati
Ia memilih jurusan karena minatnya sejak awal memang condong ke teknologi. Tanpa drama, tanpa ragu. Semua mata kuliah pemrograman menjadi favoritnya. Dunia kode terasa lebih memikat baginya daripada hal lain.
Tesyar mengakui dirinya sebagai mahasiswa “kupu-kupu”, kuliah lalu pulang. Bukan karena antisosial, melainkan karena minimnya UKM yang sesuai dengan ketertarikannya. Meski begitu, ia tetap aktif di HIMA IF untuk bertukar pikiran dengan rekan-rekan sejalur.
Cumlaude Tanpa Euforia
Saat meraih predikat cumlaude, ia menerimanya dengan sikap sederhana. Dunia akademik, baginya, semakin penuh persaingan dan prestasi bukan lagi hal langka.
Ia membagikan tips belajar perbanyak praktik, atur kerja kelompok dengan baik agar tidak lelah mental, dan kelola waktu dengan disiplin. Tentang masa depan, ia menyampaikan:
“Ke depan saya ingin melanjutkan pendidikan S2. Bukan dalam waktu dekat. Saya ingin mengumpulkan pengalaman kerja nyata dulu. Katanya ingin punya sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya dari sisi penelitian, tetapi bagaimana teori itu hidup di industri IT. Saya ingin menginjak tanah sebelum bicara konsep,” ungkap Tesyar.
Rencananya tetap satu jalur, teknologi informasi atau informatika. Baginya, IT bukan sekadar bidang, tetapi tempat berproses. Ia menilai sistem pembelajaran UBSI unggul karena berbasis proyek. Portofolio, menurutnya, lebih bernilai daripada teori semata.
Harapan untuk Lulusan UBSI
Harapannya untuk lulusan UBSI sederhana namun kuat, ilmu harus nyata manfaatnya bagi masyarakat. Pesannya pun membekas:
“Tetap semangat. Tetap aktif. Empat tahun tidak akan terasa. Hanya kedipan mata di antara perjalanan panjang hidup,”
Kisah Tesyar membuktikan bahwa tidak semua keberhasilan datang dengan sorak-sorai. Ada yang menapak diam-diam melalui malam panjang penuh kode, rapat startup, dan kuliah yang diselesaikan penuh tanggung jawab.













