Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Demo Gen Z di Nepal: 19 Orang Tewas, Pemerintah Cabut Larangan Media Sosial

Demo Gen Z di Nepal: 19 Orang Tewas, Pemerintah Cabut Larangan Media Sosial

  • account_circle Rizky Akbar
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Ribuan anak muda turun ke jalan di berbagai kota Nepal setelah pemerintah memblokir lebih dari 20 platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube. Mereka menuntut pencabutan larangan tersebut sekaligus menekan pemerintah agar segera memberantas korupsi.

Bentrokan Menelan Korban Jiwa

Ketegangan meningkat ketika massa mencoba masuk ke kompleks parlemen di Kathmandu. Polisi menembakkan gas air mata, peluru karet, water cannon, bahkan peluru tajam untuk membubarkan kerumunan.

Akibat tindakan represif itu, 19 orang tewas—17 di Kathmandu dan 2 di Sunsari. Ratusan demonstran serta beberapa aparat juga mengalami luka-luka. Insiden ini memicu kecaman keras dari kelompok masyarakat sipil dan organisasi internasional.

Baca juga: Demo Sukabumi 1 September, Polisi Amankan 13 Pelajar Diduga Terlibat Narkoba

Pemerintah Mundur, Larangan Media Sosial Dicabut

Di bawah tekanan publik, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Prithvi Subba Gurung mengumumkan pencabutan larangan media sosial. Keputusan itu muncul setelah gelombang protes membesar dan memicu kekacauan di berbagai wilayah.

Meski larangan sudah dicabut, para demonstran tetap menolak berhenti. Mereka menuntut reformasi politik, transparansi pemerintahan, serta penghentian praktik nepotisme yang dianggap merugikan generasi muda.

Protes besar ini mengguncang kabinet. Beberapa pejabat mengundurkan diri, sementara militer membuka dialog dengan kelompok demonstran. Nama mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki muncul sebagai calon kuat perdana menteri sementara.

Untuk meredam kerusuhan, pemerintah menetapkan jam malam di Kathmandu dan kota-kota lain. Tentara menjaga area strategis, sedangkan pihak berwenang berjanji menyelidiki dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh polisi.

Akar Masalah yang Lebih Dalam

Larangan media sosial hanya menjadi pemicu. Kaum muda sudah lama frustrasi karena sulit mendapatkan pekerjaan, peluang ekonomi terbatas, dan praktik korupsi merajalela.

Seorang mahasiswa yang ikut demo berkata, “Kami tidak hanya ingin internet kembali, kami ingin masa depan yang lebih adil.” Kalimat itu menggambarkan inti perlawanan generasi Z Nepal.

Pemerintah mungkin berhasil meredam protes untuk sementara, tetapi kepercayaan publik belum pulih. Para analis menilai Nepal harus melakukan reformasi nyata agar krisis politik tidak berulang.

Jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan, gelombang perlawanan generasi muda berpotensi semakin besar dan bisa mengancam stabilitas demokrasi Nepal.

Baca juga: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Berjanji Tindaklanjuti Aspirasi Massa Aksi 1 September

  • Penulis: Rizky Akbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cyber University Siap Gelar Kuliah Umum Perbankan Digital, Tingkatkan Literasi Fintech untuk Mahasiswa dan UMKM

    Cyber University Siap Gelar Kuliah Umum Perbankan Digital, Tingkatkan Literasi Fintech untuk Mahasiswa dan UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Cyber University, yang dikenal sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia, akan menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Edukasi Perbankan Digital untuk Mahasiswa, UMKM, dan Umum. Acara ini akan berlangsung pada bulan September 2024 di Kampus Cyber University, beralamat di Jl. TB Simatupang No.6, RT.7/RW.5, Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selain itu kuliah umum ini […]

  • Belanja Seru Istimewa di Universitas BSI Sukabumi

    Belanja Seru Istimewa di Universitas BSI Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle Decul
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Sukabumi kembali menggelar kegiatan Entrepreneur 2023 dengan mengusung tema Belanja Seru Istimewa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengalaman bisnis kepada mahasiswa, mengembangkan bakat entrepreneur mahasiswa serta mengubah mindset mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha. Acara berlangsung pada hari Rabu (22/11) di lapangan kampus  Universitas BSI Sukabumi dan […]

  • Jumlah Korban Keracunan Massal di Sukabumi Terus Bertambah, 132 Warga Keracunan Setelah Konsumsi Nasi Bungkus

    Jumlah Korban Keracunan Massal di Sukabumi Terus Bertambah, 132 Warga Keracunan Setelah Konsumsi Nasi Bungkus

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebanyak 132 warga Desa Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi bungkus dari acara syukuran. Insiden yang mengejutkan ini terungkap setelah Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mencatat jumlah korban yang terus bertambah hingga Selasa malam. Tatang Sutarman, Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, menjelaskan bahwa ratusan […]

  • Indonesia bebas narkoba

    Mahasiswa Cyber University Teguhkan Komitmen Wujudkan Indonesia Bebas Narkoba dan Berlandaskan Nilai Dharma

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta, Lebih dari 600 umat Buddha Tionghoa dari berbagai marga memadati ruang utama lantai 1 Wihara Ekayana Serpong, Tangerang Selatan, pada Minggu (18/5), dalam acara Dharmatalk bertema “Semangat Kebersamaan untuk Indonesia Maju”. Kegiatan ini menjadi wadah refleksi ajaran Dharma sekaligus momentum kolaboratif dalam menguatkan gerakan anti narkoba di masyarakat. Kegiatan ini terselenggara berkat […]

  • Akuntansi S1Plus: Dua Gelar & Beasiswa 100% di BSI Sukabumi!!

    Akuntansi S1Plus: Dua Gelar dan Ijazah serta Beasiswa 100% di Universitas BSI Sukabumi!!

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas BSI Kampus Kota Sukabumi dengan bangga mempersembahkan Program Akuntansi S1Plus, sebuah program pendidikan unggulan yang menawarkan keuntungan ganda untuk mahasiswa. Dapatkan Dua Gelar dan Dua Ijazah dalam Empat Tahun Dalam program ini, mahasiswa berkesempatan meraih dua gelar dan dua ijazah dalam waktu hanya empat tahun, serta menikmati biaya kuliah yang sangat terjangkau […]

  • Guru

    Guru Bukan Lagi Sumber Utama Ilmu, Siswa Bukan Lagi Pendengar Pasif

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz -Dalam sistem pendidikan konvensional, guru berperan sebagai pusat pengetahuan. Mereka menyampaikan materi, sementara siswa mendengarkan, mencatat, dan menghafal. Namun, di era digital yang serba cepat ini, peran itu mulai bergeser. Sekolah tak lagi menjadi satu-satunya tempat belajar, dan guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu. Saat ini, guru maupun siswa menghadapi perubahan besar dalam pola […]

expand_less