Sukabumihitz – Dalam semangat memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dan kesadaran akan pentingnya Hak Asasi Manusia (HAM) sejak usia dini, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Semester 2 menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema “Bersatu dalam Perbedaan Hak Asasi Manusia” di SDN Brawijaya. Sosialisasi tersebut berlangsung pada hari Rabu (21/05), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan siswa/i kelas 6 yang mengikuti kegiatan langsung di ruang kelas mereka.
Program pengabdian kepada masyarakat dari kelompok Anggrek yang terdiri dari 5 mahasiswa ini bertujuan menanamkan nilai-nilai HAM, toleransi, dan semangat persatuan di tengah keberagaman kepada siswa sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menghadirkan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, dengan menggabungkan media edukatif, permainan, diskusi kelompok, hingga simulasi sederhana tentang penghargaan terhadap perbedaan.

Baca Juga : Generasi Muda Peduli Lingkungan: Kegiatan Edukasi Pengelolaan Sampah di Sekolah Dasar
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Kepala SDN Brawijaya, R Histato Dayanto Kobasah, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi inisiatif para mahasiswa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa agar lebih menghargai teman-temannya, apapun latar belakangnya. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sofyan, selaku penanggung jawab bidang kurikulum SDN Brawijaya, juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat selaras dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang sedang sekolah kembangkan. “Kami sangat terbantu dengan hadirnya para mahasiswa yang membawa perspektif segar dan pendekatan yang inovatif. Materi mengenai hak asasi manusia ini sangat penting untuk dikenalkan sejak dini, dan kami melihat anak-anak begitu antusias dalam mengikuti setiap sesi kegiatan,” tuturnya.
Para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai konsep dasar HAM. Mereka juga mengajak siswa memahami makna perbedaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti perbedaan agama, suku, budaya, dan gender. Anak-anak diajak untuk mengekspresikan pandangan mereka serta berbagi pengalaman yang mereka alami dalam keseharian.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapatnya mengenai situasi-situasi yang berkaitan dengan HAM di lingkungan sekolah maupun keluarga. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai toleransi serta keadilan apabila diberikan ruang yang tepat.
Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, mahasiswa mendorong tumbuhnya nilai-nilai luhur tentang kemanusiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Nilai-nilai tersebut terus berkembang dan tertanam kuat pada generasi muda sejak dini.