Sukabumihitz – Menyusun latar belakang penelitian sering menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa. Banyak yang sudah punya ide menarik, tetapi masih bingung saat mulai menulis bagian pembuka penelitian. Akibatnya, isi latar belakang terasa berputar-putar, kurang fokus, bahkan sulit menunjukkan urgensi penelitian.
Padahal, latar belakang menjadi “gerbang pertama” yang menentukan apakah penelitian terlihat penting atau tidak. Karena itu, penulis perlu menyusun alurnya secara runtut dan logis agar pembaca mudah memahaminya.
Baca juga: Masih Bingung Cari Jurnal Ilmiah? 9 Website Ini Bisa Jadi Penyelamat Riset Kamu!
Mengutip dari instagram @literasisains.id, supaya proses menulis jadi lebih terarah, berikut 5 tahapan menyusun latar belakang penelitian yang bisa kamu terapkan.
1. Mulai dari Isu Global
Pertama, awali latar belakang dengan fenomena atau isu terkini yang relevan dengan topik penelitianmu. Langkah ini membantu pembaca memahami bahwa penelitian yang kamu angkat memang memiliki hubungan dengan kondisi nyata.
Misalnya, jika kamu meneliti sistem informasi akuntansi, kamu bisa memulai dengan perkembangan digitalisasi bisnis atau meningkatnya penggunaan teknologi dalam pengelolaan data keuangan. Selain membuat tulisan lebih menarik, pendekatan ini juga memperkuat konteks penelitian secara luas.
2. Persempit ke Isu Spesifik
Setelah membahas isu global, lanjutkan dengan kondisi yang lebih spesifik. Kamu bisa mengarahkan pembahasan pada wilayah tertentu, kelompok tertentu, atau objek penelitian yang kamu pilih.
Di tahap ini, pembaca mulai memahami fokus penelitianmu secara lebih jelas. Oleh karena itu, hindari penjelasan yang terlalu umum agar pembahasan tetap terarah. Semakin spesifik masalah yang kamu jelaskan, semakin kuat pula alasan penelitian tersebut dilakukan.
3. Temukan Permasalahan atau Celah Riset
Selanjutnya, tunjukkan masalah utama atau research gap yang belum banyak dibahas peneliti sebelumnya. Bagian ini sangat penting karena menjadi dasar mengapa penelitianmu layak dilakukan.
Kamu bisa membandingkan hasil penelitian terdahulu, menemukan ketidaksesuaian data, atau menunjukkan kondisi yang belum mendapatkan solusi optimal. Dengan adanya celah penelitian, pembaca akan melihat bahwa penelitianmu memiliki kontribusi nyata.
4. Jelaskan Pendekatan atau Solusi
Setelah menjelaskan masalah, kamu perlu memberikan gambaran singkat mengenai pendekatan yang akan kamu pakai untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tidak perlu terlalu detail seperti di bab metode penelitian. Cukup jelaskan strategi atau konsep utama yang menjadi solusi penelitianmu.
Contohnya, penggunaan metode tertentu, implementasi sistem informasi, atau pendekatan analisis data yang relevan dengan masalah yang dibahas.
5. Tutup dengan Tujuan Penelitian
Terakhir, akhiri latar belakang dengan menjelaskan tujuan penelitian secara jelas dan terarah. Bagian ini membantu pembaca memahami sasaran yang ingin tercapai dari penelitianmu.
Selain itu, tujuan penelitian juga memperlihatkan kontribusi ilmiah yang akan diberikan, baik secara teori maupun praktik. Dengan alur yang runtut mulai dari isu global hingga tujuan penelitian, latar belakang akan terasa lebih kuat, logis, dan meyakinkan.
Cari Referensi Jurnal yang Tepat!
Selain memahami cara menyusun latar belakang penelitian, kamu juga perlu memperkuat tulisan dengan referensi jurnal ilmiah yang kredibel. Semakin berkualitas referensi yang digunakan, semakin kuat pula penelitian yang kamu buat.
Bagi kamu yang sedang mencari referensi atau ingin publikasi karya ilmiah, bisa mengunjungi portal jurnal resmi LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi yang menyediakan berbagai jurnal ilmiah dari beragam bidang keilmuan yaitu SWABUMI, JUSTIKA, LARIK dan JATIK.
Jadi, selain memperkuat kualitas referensi penelitian, kamu juga bisa mulai mempersiapkan karya ilmiah terbaik untuk dipublikasikan.














