Pendidikan

Mentorship Pribumi Materi 8: Tips Time Management di Era Digital

11
×

Mentorship Pribumi Materi 8: Tips Time Management di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Mentorship Pribumi Materi 8 Bahas Time Management di Era Digital | Sumber: Dok. Istimewa

Sukabumihitz – Di tengah gempuran notifikasi dan arus informasi yang terus mengalir, kemampuan mengelola waktu menjadi pembeda antara orang yang sekadar sibuk dan yang benar-benar produktif. Oleh karena itu, Program Beasiswa Mentorship Pribumi kembali menggelar sesi edukasi materi ke-8. Sesi ini mengangkat tema “Time Management Bukan Sekadar Sibuk: Seni Mengatur Waktu dan Menentukan Prioritas di Era Distraksi Digital” pada Jumat, 27 Maret 2026.

Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 19.28 hingga 22.00 WIB. Panitia menghadirkan narasumber Alif Muhammad Shalih. Ia merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran (UNPAD). Selain itu, ia juga memiliki lebih dari 100 penghargaan nasional dan internasional. Ia pernah menjalani magang di Kemenlu RI dan Kemdikbudristek RI.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Siswa di Sukabumi Bisa Kuliah Tanpa Biaya, Begini Caranya

Pentingnya Manajemen Waktu di Era Digital

Menurut Alif, manajemen waktu pada era digital membutuhkan ketegasan dalam menyaring distraksi. Ia menilai gadget dan media sosial sering menciptakan ilusi produktivitas. Akibatnya, banyak orang merasa sibuk, tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang berkualitas.

“Sebanyak apa pun teman-teman mendengarkan podcast self-development atau membaca buku pengembangan diri, jika tidak mulai, semua itu omong kosong,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk segera bertindak. Ia menekankan bahwa langkah kecil yang konsisten jauh lebih penting daripada rencana besar tanpa aksi.

Rumus 3M untuk Membangun Disiplin

Tips Time Management di Era Digital pada Mentorship Pribumi Materi 8 | Sumber: Dok. Istimewa

Selanjutnya, Alif membagikan rumus 3M sebagai dasar membangun disiplin waktu. Ia mengambil inspirasi dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Rumus tersebut terdiri dari tiga langkah sederhana namun penting.

Pertama, mulai dari diri sendiri dengan mengambil tanggung jawab penuh atas waktu. Kedua, mulai dari hal kecil tanpa menunggu momen sempurna. Ketiga, mulai dari sekarang agar kebiasaan menunda bisa berkurang.

Selain itu, ia juga mendorong peserta untuk berani mencoba hal baru. Menurutnya, rasa takut gagal sering menghambat proses berkembang.

Menentukan Prioritas di Tengah Distraksi

Di sisi lain, Alif juga menjelaskan teknik praktis dalam mengatur waktu. Salah satunya dengan menggunakan skala prioritas. Melalui cara ini, seseorang dapat membedakan antara tugas mendesak dan tugas penting.

Baca Juga: Pentingnya Membangun Kebiasaan Belajar Efektif bagi Mahasiswa

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kemampuan berkata “tidak”. Hal ini perlu agar seseorang tetap fokus pada tujuan jangka panjang. Dengan begitu, aktivitas yang mereka lakukan tidak hanya terlihat sibuk, tetapi juga menghasilkan progres nyata.

Pada akhirnya, kegiatan mentorship ini bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh dan terampil. Terutama bagi mahasiswa yang aktif di organisasi maupun akademik. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif hingga akhir acara. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen waktu tetap menjadi topik penting bagi produktivitas generasi muda saat ini.