Sukabumihitz – Lima mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kota Sukabumi melaksanakan aksi nyata dalam membangun karakter masyarakat. Tim yang terdiri dari Ryan Hadi Praja, Keandre Pratama F, M. Adam Malik, Yuda Setiawan, dan Darryl Hannan Hondo menyelenggarakan penyuluhan bertema “Agama sebagai Landasan Pembentukan Moral dan Toleransi Sejak Dini“. Mereka memilih Madrasah Anwariyah Kota Sukabumi sebagai lokasi kegiatan guna menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini. Program ini menyasar siswa sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran yang sangat kreatif dan menyenangkan.
Membangun Karakter Melalui Pemahaman Nilai Keagamaan
Para mahasiswa merancang program ini secara khusus untuk menanamkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat. Ryan Hadi Praja bersama timnya secara aktif mengajak siswa memahami bahwa agama merupakan sumber utama moralitas yang luhur. Selain itu, mereka menjelaskan bahwa penanaman karakter sejak usia dini merupakan langkah paling efektif bagi peserta didik. Oleh karena itu, edukasi ini menjadi sangat penting bagi perkembangan mental anak-anak di lingkungan sekolah.
Dalam sesi diskusi, Keandre Pratama F dan M. Adam Malik membimbing anak-anak agar memiliki sikap terbuka terhadap sesama manusia. Selanjutnya, mereka menekankan bahwa pemahaman agama yang benar mampu membentengi siswa dari berbagai perilaku negatif. Akibatnya, para siswa dapat menghindari tindakan diskriminatif maupun praktik perundungan atau bullying yang merugikan. Tim mahasiswa berupaya keras menciptakan ekosistem belajar yang aman dan harmonis bagi seluruh peserta.
Baca juga : Mahasiswa UBSI Gelar Proyek Edukatif Kontribusi Islam di MI Plus Madaniah Sukabumi
Kelompok ini meyakini bahwa nilai moral yang kuat akan menjadi modal utama bagi siswa dalam berinteraksi sosial. Pendidikan agama mengarahkan anak-anak untuk selalu berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini selaras dengan upaya sekolah dalam mencetak generasi yang cerdas secara emosional dan spiritual. Melalui bimbingan yang tepat, mahasiswa optimis karakter siswa akan tumbuh ke arah yang positif.
Inovasi Pembelajaran Melalui Metode “Pohon Harmoni”
Guna menjaga semangat para siswa, Yuda Setiawan dan Darryl Hannan Hondo memandu permainan edukatif inovatif bernama “Menumbuhkan Pohon Harmoni”. Metode belajar sambil bermain ini membantu siswa menyerap pesan moral secara lebih ringan dan interaktif. Kemudian, para mahasiswa mengajak siswa untuk melihat setiap perbedaan sebagai sebuah anugerah Tuhan. Strategi tersebut terbukti sangat berhasil karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa serta keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Respon positif ini juga datang dari pihak pengelola Madrasah Anwariyah yang memberikan dukungan penuh. Pihak sekolah menilai bahwa kegiatan ini efektif dalam membantu pembentukan moral peserta didik sejak dini. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah ini bertujuan untuk mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia.
Kelompok 6 berharap program serupa dapat terus berlangsung secara rutin pada lembaga pendidikan lainnya. Penanaman nilai toleransi yang konsisten akan membuahkan masyarakat yang lebih damai di masa depan. Mahasiswa UBSI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan kualitas moral bangsa. Akhirnya, kegiatan ini resmi berakhir dengan harapan besar akan perubahan karakter yang berkelanjutan.














