KeagamaanRamadhan

Lailatul Qadar, Malam Penuh Rahmat dan Ampunan

2
×

Lailatul Qadar, Malam Penuh Rahmat dan Ampunan

Sebarkan artikel ini
Lailatul Qadar, Malam yang Penuh Rahmat dan Ampunan | Sumber: istockphoto

Sukabumihitz – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah. Namun sebenarnya, puncak keberkahan tersebut berada pada Lailatul Qadar. Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling agung dalam ajaran Islam.

Pada malam ini, Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya. Bahkan Rasulullah menjelaskan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Makna Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an

Allah secara khusus menjelaskan keagungan malam ini dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah Al-Qadr. Allah berfirman bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam ibadah pada waktu tersebut nilainya melebihi ibadah selama sekitar 83 tahun.

Kata Qadar sendiri memiliki beberapa makna. Pertama, bermakna kemuliaan atau keagungan. Kedua, bermakna ketetapan, yaitu malam ketika Allah menetapkan berbagai urusan makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan. Selain itu, sebagian ulama tafsir juga memaknai Qadar sebagai malam yang penuh keberkahan karena turunnya para malaikat ke bumi.

Dengan memahami maknanya, kita bisa melihat bahwa malam ini bukan sekadar malam biasa. Justru, malam ini merupakan momen spiritual yang sangat besar bagi setiap Muslim.

Baca juga: Bukan Hanya Sekadar Puasa, ini Saatnya Kita Upgrade Diri!

Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al-Qur’an | Sumber: istockphoto

Peristiwa Besar: Turunnya Al-Qur’an

Salah satu alasan utama kemuliaan Lailatul Qadar adalah karena pada malam itulah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Peristiwa ini menjadi titik awal perubahan besar dalam sejarah manusia. Allah SWT berfirman dalam QS Ad-Dukhan ayat 3

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan: 3)

Melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, Allah memberikan petunjuk hidup bagi umat manusia. Oleh karena itu, Lailatul Qadar bukan hanya malam ibadah, tetapi juga malam yang menandai lahirnya peradaban Islam yang berlandaskan wahyu.

Karena itulah para ulama selalu menekankan pentingnya memperbanyak tilawah Al-Qur’an pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Meskipun keutamaannya sangat besar, Allah tidak menjelaskan secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi. Rasulullah menjelaskan melalui berbagai hadits bahwa malam ini berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Hikmah dari tidak ditentukannya waktu secara pasti sangat menarik. Allah ingin umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada satu malam saja. Dengan demikian, semangat ibadah tetap terjaga hingga akhir Ramadhan.

Baca juga: Maksimalkan 10 Hari Kedua dan Terakhir! Dari Fase Ampunan Menuju Puncak Kemenangan Ramadan