Sukabumihitz – Netflix kembali merilis drama Korea terbaru yang siap mencuri perhatian penonton dunia. Bertajuk Can This Love Be Translated?, drama komedi romantis ini resmi tayang pada (16/01). Platform streaming tersebut langsung merilis seluruh 12 episode sekaligus, sehingga penonton bisa menonton kisahnya secara maraton tanpa menunggu setiap pekan.
Proyek drama ini mempertemukan Kim Seon-ho dan Go Youn-jung sebagai dua bintang populer yang langsung mencuri perhatian publik sejak awal pengumuman. Selain menyuguhkan cerita cinta yang manis, serial ini juga mengangkat tema komunikasi, perbedaan karakter, serta dinamika kehidupan di industri hiburan.
Kisah Cinta yang Terhambat Bahasa
Can This Love Be Translated? mengikuti perjalanan seorang penerjemah profesional yang sangat mahir dalam pekerjaannya. Ia mampu menerjemahkan berbagai bahasa dengan akurat, bahkan dalam situasi sulit. Namun, ia justru kesulitan memahami dan mengekspresikan perasaannya sendiri.
Kim Seon-ho memerankan karakter tersebut sebagai sosok yang tenang, rasional, dan cenderung tertutup. Ia terbiasa membantu orang lain berkomunikasi, tetapi jarang membuka diri secara emosional.
Kehidupannya berubah saat ia bertemu dengan seorang aktris terkenal yang diperankan oleh Go Youn-jung. Aktris itu tampil ceria, ekspresif, dan selalu berada di bawah sorotan publik. Meski terlihat sempurna, ia menyimpan tekanan serta rasa kesepian yang tidak banyak orang ketahui.
Keduanya bertemu dalam sebuah proyek yang menuntut interaksi intens. Dari situlah hubungan mereka berkembang perlahan, meski sering diwarnai kesalahpahaman akibat perbedaan sifat dan cara mengekspresikan emosi.
Perpaduan Komedi dan Emosi
Drama ini menyajikan kisah romantis dengan balutan humor ringan yang terasa menghibur. Interaksi antara penerjemah yang kaku dan aktris yang spontan menciptakan banyak momen canggung sekaligus lucu.
Di balik sisi komedi, cerita juga menampilkan konflik emosional yang mendalam. Penonton dapat melihat tekanan dunia hiburan, tantangan menjaga citra publik, serta perjuangan para karakter dalam memahami perasaan mereka sendiri.
Konflik tidak hanya muncul dari hubungan pribadi, tetapi juga dari lingkungan kerja, ekspektasi masyarakat, dan perbedaan latar belakang. Hal tersebut membuat alur cerita terasa lebih realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.














