Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Menguak Misteri Seven Summits Indonesia: Gunung Kerinci

Menguak Misteri Seven Summits Indonesia: Gunung Kerinci

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Gunung Kerinci bukan hanya merupakan gunung tertinggi kedua dari The Seven Summits of Indonesia, namun juga merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Gunung ini terletak di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat, taman nasional terbesar di Indonesia, di perbatasan provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Berbeda dengan Carstenzs yang bukan merupakan gunung berapi, Gunung Kerinci masih merupakan gunung berapi aktif. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung dengan ketinggian 3.805 mdpl ini mendapat sorotan media pasca jatuhnya helikopter yang membawa Irjen Pol Rusdi Hartono dan lainnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19 Februari 2023) saat badan pesawat helikopter jatuh di kawasan hutan di lereng Gunung Kerinci. Banyak pecinta gunung yang mendaki gunung ini untuk merasakan langsung pemandangan alam yang indah. Namun tahukah Anda kalau banyak mitos yang beredar tentang Gunung Kerinci?

BACA JUGA – Menguak Misteri Seven Summits Indonesia: Gunung Rinjani

Gunung Kerinci

Pemandangan Gunung Kerinci dari kebun teh Kayu Aro | Foto : Wikipedia

Jika berbicara mengenai mitos Gunung Kerinci, tidak mungkin tidak menyebut Uhan Pandak. Kisah keberadaan mereka tidak hanya terkenal di Indonesia namun juga di luar negeri. Uhan Pandak sendiri berarti “orang kecil” dalam bahasa Indonesia. Kisah legendaris sosok kecil ini pertama kali tercatat dalam perjalanan Marco Polo yang memulai perjalanan petualangan ke Asia pada tahun 1292. Menurut warga sekitar yang menyaksikan makhluk tersebut, Uhan Pandak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Badan yang dipenuhi bulu berwarna abu-abu
  • Tinggi sekitar 80-130 cm
  • Badan gemuk dengan tangan yang Panjang
  • Mata berwarna merah
  • Kaki seperti kera

Ada yang mengatakan bahwa Uhan Pandak sering membawa alat berburu seperti tombak. Legenda manusia kecil ini begitu menarik sehingga beberapa peneliti telah menyelidikinya secara lokal. Sebelumnya, ahli zoologi Belanda Van Herwarden pernah melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci-Seblat pada tahun 1923. Menurutnya, Uhan Pandak tingginya seperti anak usia 3 sampai 4 tahun, namun wajahnya sudah tua. Mereka memiliki rambut hitam sebahu dan tubuh mereka tertutup oleh bulu. Menurut pengakuannya, Uhan Pandak bukanlah primata. Makhluk itu belum teridentifikasi.

BACA JUGA – Menguak Misteri Seven Summits Indonesia: Gunung Semeru

Selanjutnya Hantu Gendong, kehadiran makhluk ini konon membuat para pendaki kesulitan untuk turun gunung setiap saat. Hal ini dikarenakan Hantu Gendong yang menumpang di atas tas sehingga membuat para pendaki terasa berat. Keberadaan makhluk tak kasat mata ini diyakini nyata karena beberapa pendaki melaporkan bahwa beban yang mereka bawa terasa sangat berat. Faktanya, barang bawaannya termasuk ringan atau bahkan tidak ada sama sekali. Jika makhluk ini “digendong”, pendaki harus meminta maaf kepada makhluk ini karena tidak bisa mengantarnya keluar. Jika tidak meminta maaf maka beban tas akan terasa berat dan pendaki bisa saja terlambat atau tersesat.

Selain Uhan Pandak dan Hantu Gendong, penduduk setempat percaya bahwa ada naga raksasa yang hidup di kawasan Gunung Kerinci. Alkisah, hiduplah dua orang anak kembar yatim piatu bernama Calungga (kakak) dan Calupat (adik). Suatu hari, Calungga sedang berburu sendirian di hutan. Saat berburu, dia menemukan telur berukuran besar. Calungga memakan telur itu tanpa memberitahu kembarannya. Setelah memakan telurnya, muncul sisik emas di sekujur tubuh Calungga. Tubuhnya menjadi lebih panjang dan menjelma menjadi naga raksasa. Menurut legenda setempat, Laut Bengkok terbentuk akibat perputaran tubuh besar Calungga. Sementara itu, semburan apinya membuat Sungai Muara Angin.

BACA JUGA – Menguak Misteri Seven Summits Indonesia: Gunung Latimojong

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Aman Gunakan Retinol untuk Dapatkan Kulit Halus dan Awet Muda| Sumber: istockphoto.com

    Cara Aman Gunakan Retinol untuk Dapatkan Kulit Halus dan Awet Muda

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Retinol, yang dikenal juga sebagai Vitamin A1, dahulu digunakan dalam bentuk suplemen makanan. Dalam daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kandungan tersebut termasuk sebagai salah satu obat esensial. Selain fungsi dalam tubuh, bahan ini kini banyak diterapkan dalam produk perawatan kulit, khususnya untuk mengurangi keriput dan efek penuaan lainnya Ketika diaplikasikan pada […]

  • Chat WhatsApp Pakai Username Aja, Bisa Lebih Aman?

    Chat WhatsApp Pakai Username Aja, Bisa Lebih Aman?

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Tsaqif
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – WhatsApp segera menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa membagikan nomor telepon. Perusahaan akan meluncurkan fitur ini secara bertahap kepada lebih dari tiga miliar pengguna dalam beberapa bulan mendatang. Pengguna nantinya dapat memesan (reserve) username langsung melalui aplikasi. WhatsApp juga memberi kebebasan untuk mengubah atau menghapus username kapan saja. Meski begitu, penggunaan […]

  • Inovasi Digital untuk Akses Ilmu Tanpa Batas

    Revolusi Perpustakaan: Menjelajahi Dunia Ilmu di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta, Perpustakaan memiliki peran penting dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Lebih dari sekadar tempat membaca, perpustakaan kini menjadi pusat informasi yang melayani berbagai lapisan masyarakat. Perkembangan era digital membawa tantangan sekaligus peluang bagi perpustakaan untuk memperluas jangkauan layanan dan aksesibilitas informasi. Menurut Sausan Elsya Pratiwi, pustakawan dari Universitas Nusa […]

  • dark mode vs light mode

    Dark Mode vs Light Mode: Pilihan Visual yang Mempengaruhi Kesehatan Mata dan Produktivitas

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pengguna digital kini aktif menyesuaikan tampilan layar perangkat mereka. Mereka memilih antara dark mode dan light mode. Pilihan ini tidak hanya berdasar selera visual, tapi juga mempertimbangkan kenyamanan mata dan efektivitas saat menggunakan perangkat. Karena intensitas penggunaan perangkat terus meningkat setiap hari, memilih tampilan yang tepat membantu mengurangi kelelahan mata sekaligus menjaga konsentrasi […]

  • Prodi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Sukabumi Gelar Persamaan Persepsi Mata Kuliah

    Prodi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Sukabumi Gelar Persamaan Persepsi Mata Kuliah

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    SukabumiHitz.com -Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kota Sukabumi menggelar rapat persamaan persepsi mata kuliah. Kegiatan yang terlaksana pada Tanggal 4 Maret 2023 secara daring, merupakan kegiatan rutin pada setiap memasuki semester baru. Persamaan persepsi ini bertujuan untuk menyamakan standar pengajaran sesuai dengan rencana pembelajaran semester sehingga terjamin kualitasnya. Dalam acara tersebut, Candra Agustina, M. […]

  • Rektor

    Strategi Pendidikan yang Inovatif, Peran Wahyudi dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta – Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, sosok di balik transformasi besar Universitas BSI. Ia memiliki keyakinan kuat bahwa inovasi adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang dalam dunia pendidikan tinggi yang kompetitif. Sebagai seorang Guru Besar Bidang Ilmu Komputer dan pemimpin yang visioner, Wahyudi telah berhasil membawa kampus ini mencapai prestasi yang […]

expand_less