Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Pos 5 Gunung Slamet

Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Pos 5 Gunung Slamet

  • account_circle Dilan
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Kabar duka datang dari dunia pendakian. Seorang pria asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bernama Yuswandi (46), meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/7) sore.

Yuswandi mendaki melalui jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga. Saat tiba di Pos 5, ia mengalami kondisi tubuh yang memburuk. Laporan awal pihak Pos Gunung Slamet terima sekitar pukul 16.30 WIB dari seorang porter yang menginformasikan adanya pendaki yang dalam keadaan kritis dan memerlukan bantuan medis segera.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, menjelaskan bahwa tim penyelamat segera bergerak setelah menerima informasi tersebut. Sekitar pukul 17.45 WIB, pendaki lain yang berprofesi sebagai dokter menyatakan Yuswandi meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Namun pada pukul 17.45 WIB, pendaki lain yang berprofesi sebagai dokter menyatakan survivor meninggal dunia,” ujar Abdullah mengutip dari jabar.tribunnews.com.

Baca juga: Mie Gacoan Buka Cabang Baru di Sukabumi, Catat Tanggal Grand Openingnya!

Tak lama setelah laporan tersebut, Unit Siaga SAR Banyumas bersama Tim Rescue Gunung Slamet menuju ke lokasi. Mereka membawa perlengkapan lengkap untuk proses evakuasi dan mulai mendaki melalui jalur Bambangan pada pukul 17.45 WIB. Sekitar pukul 21.11 WIB, tim berhasil mencapai Pos 4 dan bergabung dengan porter serta tim awal yang sudah mengevakuasi jenazah korban.

Jenazah kemudian petugas bawa turun ke View Slamet, dan tiba di sana sekitar pukul 00.30 WIB. Pemeriksaan awal dilakukan oleh pihak kepolisian sebelum korban dievakuasi lebih lanjut ke RSUD Purbalingga menggunakan ambulans.

Hingga Minggu (27/7) sore, informasi terakhir menyebutkan bahwa jenazah masih dalam perjalanan menuju kampung halaman almarhum di Kabupaten Sukabumi. Rencananya, Yuswandi akan dimakamkan di tanah kelahirannya, tepatnya di Kampung Pondoktisuk, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak.

Peristiwa ini menambah duka di kalangan pendaki dan menjadi pengingat penting akan kesiapan fisik sebelum mendaki gunung yang ekstrem.

Baca juga: Menjelajah Negeri : UKM Pencinta Alam Laksanakan Kegiatan Menjelajah Negeri di Taman Nasional Gunung Pangrango

  • Penulis: Dilan

Rekomendasi Untuk Anda

  • 30 Lebih Pleton Siap Mengikuti Teknikal Meeting BSI FLASH LKBB 2023

    30 Lebih Pleton Siap Mengikuti Teknikal Meeting BSI FLASH LKBB 2023

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle DDAMDOMM
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris BSI FLASH 2023 akan menuju Teknikal Meeting yang terlaksanakan pada Minggu (27/08) mulai dari pukul 10.00 WIB di Aula Universitas BSI Kampus Sukabumi. Perkiraannya, lebih dari 30 Pleton telah terdaftar sebagai peserta dan kemungkinan akan bertambah lagi. Tujuan adanya Teknikal Meeting ini untuk membahas mengenai teknis dan ketentuan lomba serta hal-hal […]

  • seminar ai

    Seminar AI Bangkitkan Kesadaran Soal Tantangan Etika Teknologi Modern

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seminar Artificial Intelligence bertema “Smart Machines, Wise Humans: Menjaga Moralitas di Era Kecerdasan Buatan” menghadirkan pengalaman baru bagi para peserta yang memenuhi Aula Universitas BSI Kampus Sukabumi sore itu. Acara yang diselenggarakan Fakultas Teknik dan Informatika Kampus Kota Sukabumi berlangsung pada Jumat (5/11).  Kegiatan ini membuka banyak wawasan baru tentang bagaimana manusia harus […]

  • UBSI Sukabumi Siapkan Study Club 1: Mahasiswa Sistem Informasi Belajar Data dari Excel

    UBSI Sukabumi Siapkan Study Club 1: Mahasiswa Sistem Informasi Belajar Data dari Excel

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi akan menggelar Study Club 1 bertajuk “Belajar Data Mulai dari Excel” pada Kamis, 24 April 2025. Kegiatan ini berlangsung secara offline di Ruang 301 UBSI Sukabumi mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Panitia menyelenggarakan kegiatan ini khusus untuk mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan perwakilan […]

  • Olahraga Naik Kelas: Gym Lokal Kian Populer di Tahun 2025 | Sumber: irisansenja.com

    Gym Lokal Jadi Tren 2025: Olahraga Bertransformasi Menjadi Gaya Hidup Modern

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Tahun 2025 menandai perubahan signifikan dalam cara masyarakat Indonesia memandang olahraga. Gym lokal kini tidak sekadar tempat berolahraga, melainkan juga menjadi bagian dari gaya hidup modern. Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebugaran mendorong masyarakat untuk rutin mengunjungi gym, menjadikan olahraga sebagai aktivitas harian yang menyenangkan sekaligus produktif. Baca juga: Pilates, Kunci Postur Ideal dan […]

  • Layar AMOLED vs. IPS: Mana yang Lebih Nyaman di Mata?

    Layar AMOLED vs. IPS: Mana yang Lebih Nyaman di Mata?

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam memilih smartphone atau laptop, kualitas layar menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Selain menentukan pengalaman visual, jenis panel juga berpengaruh pada kenyamanan mata, terutama ketika digunakan dalam waktu lama. Saat ini, dua teknologi layar yang paling banyak digunakan adalah AMOLED dan IPS LCD. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, namun sering muncul pertanyaan: mana […]

  • Guru

    Guru Bukan Lagi Sumber Utama Ilmu, Siswa Bukan Lagi Pendengar Pasif

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz -Dalam sistem pendidikan konvensional, guru berperan sebagai pusat pengetahuan. Mereka menyampaikan materi, sementara siswa mendengarkan, mencatat, dan menghafal. Namun, di era digital yang serba cepat ini, peran itu mulai bergeser. Sekolah tak lagi menjadi satu-satunya tempat belajar, dan guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu. Saat ini, guru maupun siswa menghadapi perubahan besar dalam pola […]

expand_less