Berita

Usai Subuh di Bulan Ramadan, Warga Sukabumi Dipukul OTK Saat Keluar Rumah Menyalakan Meteran Listrik

10
×

Usai Subuh di Bulan Ramadan, Warga Sukabumi Dipukul OTK Saat Keluar Rumah Menyalakan Meteran Listrik

Sebarkan artikel ini
Usai Subuh di Bulan Ramadan, Warga Sukabumi Dibacok OTK Saat Keluar Rumah Menyalakan Meteran Listrik | Doc: Istimewa
Usai Subuh di Bulan Ramadan, Warga Sukabumi Dibacok OTK Saat Keluar Rumah Menyalakan Meteran Listrik | Doc: Istimewa

Sukabumihitz — Seorang warga bernama Nunung menjadi korban pemukulan menggunakan besi oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Pelabuhan II, Dayeuh Luhur Wetan, RT 01 RW 03, Kota Sukabumi, pada Senin (09/03) sekitar pukul 05.00 WIB atau sesaat setelah waktu Subuh. Peristiwa tersebut terjadi saat masyarakat tengah menjalani ibadah pada bulan Ramadan.

Kejadian ini mengejutkan warga sekitar karena berlangsung pada waktu pagi hari ketika suasana lingkungan masih relatif sepi. Sebagian warga baru memulai aktivitas setelah melaksanakan ibadah Subuh.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, peristiwa tersebut bermula ketika meteran listrik di rumah korban tiba-tiba dalam kondisi mati. Korban kemudian keluar rumah untuk menyalakan kembali meteran listrik tersebut.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Sukabumi Terhalang Mendung

Namun tidak lama setelah keluar rumah, terdengar teriakan korban yang meminta pertolongan. Suara tersebut kemudian terdengar oleh warga sekitar lokasi kejadian.

Salah seorang tetangga korban, Deni, mengaku sempat mendengar korban meminta bantuan. Ia kemudian keluar rumah untuk memastikan kondisi yang terjadi.

“Awalnya meteran listrik rumah korban tiba-tiba mati. Korban keluar untuk menyalakan kembali meteran listrik. Tidak lama kemudian terdengar korban meminta tolong. Saat saya keluar rumah, korban sudah dalam kondisi berdarah-darah dan saya melihat satu orang berlari meninggalkan rumah itu,” ujar Deni.

Menurut Deni, ia sempat berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri dari lokasi kejadian. Beberapa menit kemudian sejumlah warga lain juga ikut membantu melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil kabur dan tidak berhasil tertangkap.

“Setelah melihat korban sudah berdarah, saya sempat mengejar pelaku yang berlari dari rumah itu. Beberapa menit kemudian warga lain juga ikut membantu mengejar, tapi pelaku berhasil kabur. Yang saya lihat, pelaku memakai baju berwarna krem,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga menyerang menggunakan benda besi dengan ukuran kira-kira sebesar baterai. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka pada bagian kepala.

Saat kejadian berlangsung, pagar rumah korban dalam kondisi terkunci. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pelaku kemungkinan sudah berada di sekitar area rumah sebelum korban keluar untuk menyalakan meteran listrik.

Meski mengalami luka akibat serangan tersebut, korban masih dalam keadaan sadar setelah kejadian. Pihak keluarga kemudian segera membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan sementara dari pihak rumah sakit, korban mengalami tiga luka pada bagian kepala akibat serangan tersebut. Tim medis langsung memberikan penanganan agar kondisi korban tetap stabil.

Bercak darah terlihat di halaman rumah korban | Doc: Istimewa
Bercak darah terlihat di halaman rumah korban | Doc: Istimewa

Tidak lama setelah kejadian, pihak kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan informasi dari warga sekitar. Warga juga sempat mencoba menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lingkungan.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Cicantayan Terungkap

Namun dari hasil pengecekan sementara, sosok pelaku tidak terlihat jelas dalam rekaman kamera yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah warga menduga peristiwa ini berkaitan dengan percobaan pencurian. Dugaan tersebut muncul karena kejadian diawali dengan kondisi meteran listrik yang tiba-tiba mati, yang diduga sengaja dilakukan untuk memancing korban keluar rumah.

Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar merasa khawatir, terlebih terjadi saat bulan Ramadan ketika aktivitas masyarakat pada waktu Subuh cukup tinggi. Warga berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti kejadian tersebut serta meningkatkan keamanan lingkungan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Sementara itu, korban hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dan mendapat penanganan dari tim medis. Pihak keluarga berharap kondisi korban segera pulih setelah mendapatkan perawatan intensif.