Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan evaluasi kegiatan akademik semester gasal 2025/2026 sekaligus persiapan perkuliahan semester genap 2025/2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembelajaran berjalan adaptif, fleksibel, dan sesuai standar mutu pendidikan tinggi.
Pada hari kedua, forum berfokus pada dua isu utama, yaitu rekognisi dosen dan implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran.
Rekognisi Dosen sebagai Instrumen Manajemen Mutu
Wakil Rektor I UBSI, Dr. Diah Puspitasari, membuka sesi dengan menegaskan bahwa rekognisi dosen harus dipahami sebagai alat manajemen mutu, bukan sekadar bentuk apresiasi simbolik.
Rekognisi mendorong konsistensi kinerja dosen dalam tridharma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kebijakan ini mempercepat pengembangan karier akademik dosen secara terukur dan transparan.
Kebijakan rekognisi dosen merujuk pada Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024. Regulasi ini mengatur standar profesionalisme, tata kelola, serta kepatuhan hukum dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Rekognisi dan Indikator Kinerja Utama (IKU)
Dr. Diah juga menjelaskan bahwa rekognisi dosen terhubung langsung dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Penilaian mencakup kontribusi nyata dosen yang berdampak pada masyarakat, dunia usaha, pemerintah, hingga pengakuan internasional.
Pendekatan ini menempatkan karya dosen tidak hanya sebagai capaian internal kampus, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi kebutuhan pemangku kepentingan eksternal.
Baca Juga: Universitas BSI Kampus Sukabumi Gelar Evaluasi Akademik dan Persiapan Semester Genap 2025/2026
Kurikulum OBE sebagai Pilar Transformasi Pembelajaran

Pada sesi berikutnya, Dekan Rachmat Adipurnama memaparkan konsep dan implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum ini menekankan pencapaian hasil belajar dan penguasaan kompetensi lulusan.
Pendekatan OBE menggeser fokus pembelajaran dari “materi tersampaikan” menjadi “kompetensi tercapai”. Hal ini dilakukan melalui perumusan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), strategi pembelajaran, serta sistem penilaian yang selaras.
Integrasi CPL dalam Desain Pembelajaran
Dalam pengembangan kurikulum OBE, CPL menjadi dasar dalam penyusunan struktur kurikulum, peta kurikulum, RPS, hingga alat evaluasi pembelajaran. Integrasi ini memastikan setiap proses pembelajaran memiliki arah, indikator, dan ukuran keberhasilan yang jelas.
Model ini juga memudahkan program studi melakukan penyesuaian kurikulum berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan masa depan.
Implementasi kurikulum OBE ini turut menjadi perhatian Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Sukabumi. Sebagai program studi yang berorientasi pada kebutuhan industri digital, Sistem Informasi menyesuaikan CPL dengan kompetensi analisis sistem, pengelolaan data, serta pengembangan solusi berbasis teknologi informasi.
Melalui pendekatan OBE, pembelajaran di Prodi Sistem Informasi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Penguatan Strategi Akademik Menyambut Semester 2025/2026
Melalui evaluasi akademik ini, UBSI menegaskan dua prioritas utama. Pertama, mengakui dosen dan mahasiswa sebagai individu profesional yang bermutu. Kedua, memastikan penerapan kurikulum OBE berjalan konsisten dan terukur.
Dengan strategi tersebut, UBSI siap menyambut semester 2025/2026 dengan kebijakan akademik yang lebih kuat, pembelajaran yang inklusif, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.













