Sukabumihitz – Tembok Penahan Tanah (TPT) program Jabar Istimewa di ruas Jalan Raya Provinsi Sukabumi–Sagaranten, Kampung Langkob, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, kembali longsor pada Minggu (11/2/2026) pagi.
Longsor sekitar pukul 10.00 WIB langsung mengganggu arus lalu lintas dan menyoroti ketahanan konstruksi di wilayah rawan bencana. UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi di bawah Dinas BMPR Jawa Barat membangun TPT tersebut pada pertengahan 2025. Namun, konstruksi itu rusak dua kali dalam waktu kurang dari enam bulan.
Baca Juga : Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Ciracap Sukabumi, Polisi Menduga Pembunuhan
Hujan Deras Memicu Longsor, Petugas Atur Akses Jalan
Mengutip dari radarsukabumi.com, Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi, menyatakan hujan deras yang mengguyur sejak pagi menyebabkan tembok setinggi sekitar 30 meter dengan panjang 10 meter itu runtuh.
“Kondisi tanah di Langkob memang labil. Begitu diguyur hujan, beban tidak tertahan hingga TPT langsung ambruk,” ujarnya.
Runtuhan beton dan tanah menutup sebagian badan jalan dan mempersempit akses Sukabumi–Sagaranten. Aparat kepolisian bersama warga kemudian memberlakukan sistem buka tutup jalan agar kendaraan tetap dapat melintas, meski antrean panjang tidak terhindarkan.
Asep juga menegaskan TPT di titik tersebut sebelumnya telah ambruk pada akhir 2025 dengan dimensi kerusakan serupa.
“Hari ini kembali ambruk dengan dimensi serupa. Kami berharap ada solusi permanen dari Dinas BMPR Jawa Barat, bukan sekadar perbaikan darurat. Jalur Nyalindung adalah urat nadi ekonomi warga Sukabumi Selatan dengan kontur alam ekstrem,” tegas Asep.














