Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Terungkap! Polisi Curigai Surat Pilu Penemuan Bayi Harvika di Sukabumi sebagai Kamuflase

Terungkap! Polisi Curigai Surat Pilu Penemuan Bayi Harvika di Sukabumi sebagai Kamuflase

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz –Warga Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan penemuan seorang bayi perempuan pada Minggu petang (16/11). Nanang Suryana, warga setempat, menemukan bayi itu terbungkus kain di dalam poskamling setelah mendengar suara tangisan. Kejadian mengharukan ini langsung menarik perhatian aparat setempat. Penemuan bayi mungil ini segera memicu penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Pelaku meninggalkan bayi bernama Harvika H. bersama sepucuk surat emosional di lokasi penelantaran. Surat tersebut menjelaskan alasan penelantaran: ibu bayi mengalami depresi karena ditinggal suami. Namun, penyidik Polres Sukabumi menaruh kecurigaan besar terhadap isi surat tersebut. Polisi menduga surat pilu tersebut sengaja pelaku gunakan sebagai kamuflase untuk mengaburkan motif dan identitas asli pembuang bayi.

Baca juga : Dua Pemancing Hilang Terseret Ombak Besar di Pantai Cikeueus Sukabumi

Penemuan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat Nanang mendekati pos keamanan tersebut untuk menyalakan lampu. Nanan  g segera melaporkan penemuan itu kepada Ketua RT dan aparat Koramil Warungkiara. Petugas kemudian membawa bayi perempuan tersebut ke Puskesmas Warungkiara untuk mendapatkan penanganan medis segera. Tim kesehatan memastikan bayi Harvika memiliki kondisi kesehatan yang cukup baik meskipun baru lahir beberapa hari.

Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kebenaran di balik surat dan melacak pelaku penelantaran. Mereka memperkirakan bayi tersebut lahir di fasilitas kesehatan karena menemukan kondisi tali pusar yang terpotong rapi.

Pihak puskesmas kini merawat Harvika sembari menunggu keputusan Forkopimcam mengenai penanganan selanjutnya. Kasus ini menimbulkan keprihatinan sekaligus memunculkan harapan karena warga lokal menawarkan diri mengadopsi Harvika.

Kasus penemuan bayi ini kembali menekankan pentingnya dukungan sosial dan layanan kesehatan mental bagi ibu yang rentan. Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas penelantaran bayi yang melanggar hukum. Kepolisian akan terus berupaya keras mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus Harvika H.

Baca juga : Angkot Terguling Dua Kali setelah Diseruduk Fortuner di Ciaul Sukabumi

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Bayangan Cinta yang Lalu”: Ketika Kenangan Tak Pernah Benar-Benar Pergi | Sumber: Google

    “Bayangan Cinta yang Lalu”: Ketika Kenangan Tak Pernah Benar-Benar Pergi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika cinta harus tinggal sebagai kenangan. Perasaan itulah yang KIM dan Nabila Taqiyyah hadirkan melalui lagu “Bayangan Cinta yang Lalu,” yang resmi dirilis pada 10 Oktober 2025. Lagu pop balada ini mengajak pendengar menyelami ruang sunyi setelah sebuah hubungan berakhir. Saat rindu masih ada, sementara keikhlasan perlahan tumbuh. […]

  • Polda Jabar

    Tiga Pejabat RSUD Palabuhanratu Ditangkap atas Kasus Korupsi Insentif Nakes Covid-19

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Polda Jawa Barat kembali mengungkap kasus korupsi yang melibatkan penyelewengan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, untuk tahun anggaran 2020 dan 2021. Kasus ini berhasil menyeret tiga tersangka baru berinisial DP, SR, dan WB, yang masing-masing memiliki peran penting dalam korupsi yang merugikan negara hingga Rp5,4 miliar. Kepala […]

  • satwa

    Kemunculan Lutung di Kawasan Permukiman Cicantayan Picu Kepanikan Warga

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seekor lutung mendatangi kawasan permukiman warga di Kampung Cibalung, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/2/2026). Kemunculan satwa liar itu langsung membuat warga panik karena lutung terlihat melompat dari atap ke atap rumah dan berpotensi membahayakan anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Lutung awalnya muncul di area permukiman bagian bawah, lalu bergerak […]

  • Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat Diresmikan Usai Lebaran 2024

    Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat Diresmikan Usai Lebaran 2024

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi 3, yang menghubungkan Cibadak dengan Sukabumi Barat, diperkirakan akan diresmikan usai Lebaran tahun 2024. Basuki menjelaskan Tol Bocimi menjadi salah satu jalur yang mendukung kesiapan arus mudik Lebaran 2024 di Jawa. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seksi 3 yakni […]

  • mahasiswa

    Bangkitkan Jiwa Nasionalisme, Mahasiswa Gelar Edukasi Nilai Pancasila di MTs At-Tafsiriyyah

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam upaya menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pelajar, mahasiswa Universitas BSI Sukabumi menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pancasila sebagai Dasar Negara” di MTs At-Tafsiriyyah pada Selasa (28/10). Kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui penyampaian materi interaktif, para mahasiswa menjelaskan tentang konsep […]

  • Kematian Raya

    Kasus Kematian Raya di Sukabumi Berujung Sanksi Penundaan Dana Desa oleh Gubernur Jabar

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kasus meninggalnya seorang bocah tiga tahun bernama Raya di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, memicu sorotan tajam terhadap perangkat pemerintahan desa. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjatuhkan sanksi penundaan pencairan dana desa setelah menilai adanya kelalaian dalam pengasuhan dan pengawasan warga. Raya menjadi perhatian publik setelah video kondisinya viral di media sosial. […]

expand_less