Sukabumihitz – Pemerintah Kota Sukabumi bersama DKM Masjid Agung secara resmi membuka rangkaian acara Gebyar Muharam 1447 H dan Islamic Book Fair, Minggu (6/7/2025), yang berlangsung di Alun-Alun Kota Sukabumi. Kegiatan ini akan berlangsung selama tujuh hari, mulai Minggu-Sabtu (6 -12/7) dan terbuka untuk masyarakat umum.
Menjadi ajang pertama sekaligus yang terbesar di Sukabumi, Islamic Book Fair ini menghadirkan 20 penerbit buku Islami dari berbagai daerah. Selain menampilkan berbagai koleksi literatur Islami, acara ini juga menjadi wadah edukasi keagamaan, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan pembangunan budaya baca di kalangan masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, membuka langsung kegiatan ini didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan Ketua Harian DKM Aa Totong Suparman. Dalam sambutannya, Ayep menyampaikan bahwa peringatan tahun baru Islam harus dijadikan momentum memperkuat nilai-nilai keimanan serta memperluas wawasan literasi umat.

Baca juga: Ratusan Makam Tergusur Akibat Proyek Tol Bocimi, Relokasi Dilakukan Secara Bertahap
Ia menekankan bahwa peran masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Masjid Agung, menurutnya, harus menjadi simbol persatuan yang terbuka untuk semua kalangan.
“Masjid Agung adalah rumah besar kita semua. Sukabumi harus terus menjadi contoh kehidupan beragama yang harmonis dan toleran,” kata Ayep, mengutip dari KDP Kota Sukabumi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan kota yang berlandaskan nilai religius, sosial, dan pendidikan. Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus menyentuh sisi spiritual warganya.
Tak hanya pameran buku, rangkaian acara juga meliputi santunan anak yatim, pembagian wakaf Al-Qur’an, lomba pildacil, diskusi keislaman, hingga donor darah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menyatu dengan aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan sosial masyarakat.
Dengan antusiasme warga yang tinggi, Gebyar Muharam dan Islamic Book Fair harapannya menjadi agenda rutin yang tak hanya meriah, tetapi juga membawa manfaat spiritual dan intelektual bagi Sukabumi.