Teknologi ini memungkinkan petugas memantau pertumbuhan bibit secara akurat dan transparan. Selain itu, teknologi geotagging memperkuat akurasi penyaluran bantuan bibit dan menjamin akuntabilitasnya dalam jangka panjang.

Zilenial Jadi Pendorong Kesadaran Masyarakat
Dari sisi pemuda, Rafli selaku Ketua Himagri periode 2025–2026 menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai katalisator perubahan di tengah masyarakat.
“Pemuda harus bisa menjadi pendorong bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mengingat lokasi ini sebelumnya rawan longsor, kami berharap melalui penanaman ini, bencana dapat dicegah,” tegasnya.
Investasi Lingkungan untuk Masa Depan Sukabumi
Di sisi lain, Sanny Nata Liany, mahasiswa Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University, menambahkan bahwa aksi ini menjadi bukti nyata generasi muda yang telah teredukasi dan sadar lingkungan. Ia melihat pemuda sebagai jembatan edukasi bagi masyarakat lokal.
“Ini adalah investasi masa depan. Dengan harapan, masyarakat setempat dapat melanjutkan perawatan pohon karena merekalah penjaga utama lingkungan ini,” ungkap Sanny.
Menanam, Merawat, dan Menuntaskan
Dengan demikian, kolaborasi antara JBZ, Himagri, dan CDK Wilayah III menegaskan bahwa sinergi mampu menjembatani aktivisme pemuda dengan kebijakan pemerintah. Melalui semangat menanam, merawat, dan menuntaskan, Kabupaten Sukabumi kini melangkah menuju lingkungan yang lebih hijau dan tangguh terhadap bencana.














