BeritaWisata

Penelitian BRIN Ungkap Jejak Megalitik! Gunung Tangkil Jadi Sorotan Baru Wisata Budaya Sukabumi

180
×

Penelitian BRIN Ungkap Jejak Megalitik! Gunung Tangkil Jadi Sorotan Baru Wisata Budaya Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Gunung Tangkil
kegiatan One Stop Culture Museum Wisata Budaya Sukabumi | Sumber : pesantrendzikiralfath.com

Sukabumihitz – Sukabumi kembali mendapat perhatian nasional setelah rangkaian penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pesantren Dzikir Al-Fath menunjukkan indikasi kuat adanya struktur kuno di kawasan Gunung Tangkil, Kota Sukabumi. Temuan ini menjadi sinyal bahwa wilayah tersebut memiliki nilai sejarah yang belum sepenuhnya terungkap.

Mengutip dari pelitasukabumi.id, Pemerintah Kota Sukabumi bersama sejumlah kementerian dan lembaga tengah mengencarkan pengembangan kebudayaan dan pariwisata daerah melalui kegiatan One Stop Culture Museum. Kegiatan ini melibatkan Kementerian Kebudayaan, BRIN, Bappeda, dan Dinas Pariwisata, dengan fokus pada penguatan kebijakan, penelitian, serta potensi wisata budaya.

Gunung Tangkil menarik perhatian para peneliti dari BRIN setelah mereka menemukan jejak peradaban megalitik dengan nilai sejarah tinggi. Temuan berupa arca batu, batu dakon, menhir, dan susunan punden berundak membuka peluang besar bagi Sukabumi untuk memiliki situs budaya berskala nasional.

“Dari foto udara tampak jelas pola yang tidak terbentuk secara alami. Kami menjalankan peran sebagai mitra masyarakat, membantu menghubungkan temuan ini kepada pemerintah agar dikaji lebih dalam,” tutur Kyai Fajar dalam Seminar Nasional Laporan Hasil Penelitian BRIN, Rabu (26/11).

Tim peneliti memetakan area selama lima hari dengan teknologi udara yang memudahkan mereka membaca pola struktur masa lalu. Pemetaan ini memberi peluang bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya Sukabumi.

Hasil Analisis Kuatkan Indikasi Situs Kuno

BRIN melaporkan keberadaan punden berundak, pagar batu sepanjang puluhan meter, jalur kuno, serta area yang diduga menjadi lokasi ritual pada masa lampau. Temuan ini semakin kuat setelah ahli sejarah Hindu-Buddha dan keramologi BRIN, Dra. Yusmini Eriawati, M.Hum, melakukan identifikasi permukaan dan pemetaan udara.

Pihak BRIN menjelaskan bahwa struktur yang teridentifikasi mencakup punden berundak dengan empat teras dan pagar batu sekitar 40 meter. Tim juga menemukan jaringan jalur kuno serta indikasi area ritual yang menunjukkan aktivitas manusia pada masa lampau.

“Untuk memastikan usia, fungsi, dan konteks arkeologinya, diperlukan ekskavasi resmi. Karena Gunung Tangkil berada dalam kawasan hutan lindung, kewenangan ekskavasi berada sepenuhnya pada pemerintah,” jelasnya.

Temuan ini mendorong para pemerhati budaya melihat Gunung Tangkil sebagai kandidat kuat pusat penelitian arkeologi baru di Sukabumi. Jika ekskavasi berjalan dan hasilnya menguatkan dugaan adanya struktur peradaban lama, kawasan ini berpotensi menjadi situs bersejarah yang sangat signifikan. Temuan tersebut bahkan dapat menjadikannya salah satu situs terpenting di Jawa Barat.

Baca Juga : Menyatu dengan Alam di Agrowisata Gunung Wayang Sukabumi