Sukabumihitz – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) menggelar kegiatan Mentoring Administrasi “Hitam Putih Itu Ada Seninya” pada Kamis, (12/02), yang bertempatkan di Ruang Riung Kenari, Kota Sukabumi, mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas internal organisasi. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola administrasi agar lebih rapi, sistematis, dan profesional.
Administrasi sebagai Pilar Organisasi
Mentoring administrasi tersebut menghadirkan Gita Yulitasari, demisioner Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) 2025, sebagai narasumber. Kehadirannya memberikan perspektif praktis mengenai pentingnya administrasi sebagai fondasi keberlanjutan organisasi mahasiswa. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa dokumen organisasi bukan sekadar arsip formal, melainkan rekam jejak yang mencerminkan kredibilitas dan integritas kepengurusan.
Mengusung tema “Hitam Putih Itu Ada Seninya”, kegiatan ini menekankan bahwa administrasi tidak hanya berbicara tentang aturan baku dan format dokumen. Administrasi juga menuntut ketelitian, konsistensi, serta kemampuan menyusun sistem dokumentasi yang efektif. Setiap surat, proposal, laporan pertanggungjawaban, hingga notulensi rapat memiliki peran strategis dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Penguatan Sistem dan Kinerja Administrasi HIMASI
Dalam sesi materi, narasumber membekali peserta dengan pemahaman mengenai standar penulisan surat resmi, teknik pengarsipan digital, serta penyusunan laporan kegiatan yang terstruktur. Ia menyampaikan materi secara runtut, mulai dari aspek teknis hingga etika administrasi. Narasumber juga membagikan pengalamannya selama menjabat, termasuk berbagai tantangan yang muncul akibat kelalaian administratif serta cara mengantisipasinya melalui sistem yang lebih terorganisasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan dokumen, pembagian tugas administratif antarbidang, hingga strategi menjaga konsistensi format dalam satu periode kepengurusan. Suasana mentoring berlangsung interaktif tanpa mengurangi nuansa profesional yang menjadi tujuan utama kegiatan ini.













