Lawan Bullying dan Junjung HAM: Semangat Positif dari SMPN 1 Gunungguruh Sukabumi
- account_circle Redaksi Smi
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa UBSI Sukabumi dan siswa SMPN 1 Gunungguruh foto bersama usai sosialisasi bertema “Hentikan Bullying, Junjung Tinggi HAM” | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz – Semangat untuk lawan bullying dan junjung HAM kini hadir langsung di sekolah. Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMPN 1 Gunungguruh, Senin (10/10/2025). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun karakter pelajar yang berempati dan menghargai sesama.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan oleh Kelompok 1 yang terdiri dari Adam Suryanto Nugroho, Anita Rahmawati, Silvia Nur Nopianti, Rahmat Hidayatullah, Anggi Indriana, dan Iqbal Fauzan Ramdhan mengusung tema “Hentikan Bullying, Junjung Tinggi Hak Asasi Manusia.”
Melalui tema tersebut, mereka berupaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya menghormati hak setiap individu sejak dini.
Edukasi HAM dan Dampak Bullying di Sekolah
Dalam kegiatan lawan bullying dan junjung HAM ini, mahasiswa memaparkan makna Hak Asasi Manusia (HAM), prinsip-prinsip dasar, serta berbagai bentuk bullying yang sering muncul di lingkungan sekolah.
Selain itu, mereka menampilkan contoh kasus nyata perundungan yang sempat ramai diperbincangkan publik. Kemudian, siswa memahami bahwa bullying bukan hanya candaan, melainkan pelanggaran HAM yang dapat melukai perasaan dan mengubah kehidupan seseorang.

Diskusi terbuka antara siswa dan mahasiswa di SMPN 1 Gunungguruh | Doc. Istimewa
Agar suasana belajar lebih hidup, mahasiswa menggunakan metode diskusi terbuka. Mereka mengajak siswa berbicara, bertanya, dan berbagi pengalaman pribadi.
Di sisi lain, mahasiswa mencontohkan cara menolak perilaku bullying dalam kehidupan sehari-hari, seperti menegur pelaku atau memberi dukungan kepada korban. Pendekatan ini menumbuhkan nilai empati dan keberanian dari dalam diri siswa.
Baca Juga: Akses Pendidikan Terhenti: Sungai Ciletuh Meluap, Warga Mandrajaya Terisolasi
- Penulis: Redaksi Smi
