Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Wisata » Kampung Batik Purwasedar, Jejak Batik Tulis hingga Kini

Kampung Batik Purwasedar, Jejak Batik Tulis hingga Kini

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Purwasedar – Kampung Batik Purwasedar menjadi salah satu potensi budaya yang masih bertahan hingga saat ini. Batik tulis khas kampung tersebut memiliki ciri tersendiri karena proses pembuatannya mengandalkan keterampilan tangan serta bahan pewarna alami. Setiap motif lahir dari kreativitas pembuatnya tanpa meniru motif dari tempat lain.

Kampung Batik Purwasedar mulai berkembang sejak 2005. Pada tahun 2007, pengelola mulai membangun tempat produksi dan langsung menjalankan proses pembuatan batik. Saat itu, sekitar 30 orang bekerja dalam usaha tersebut. Aktivitas produksi terus berjalan dan cukup aktif pada rentang 2010 hingga 2018.

Awal Mula dan Perkembangan Kampung Batik Purwasedar

Perjalanan usaha batik tersebut menjadi bagian dari perkembangan budaya lokal. Pada masa aktif produksinya, batik tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga mendapat pesanan dari luar negeri.

Sekitar 2019, kondisi usaha mulai mengalami penurunan hingga masa pandemi COVID-19. Situasi tersebut turut memengaruhi jumlah pesanan dan aktivitas produksi. Meski begitu, para perajin tetap mempertahankan proses pembuatan batik tulis secara homemade.

Motif Khas hingga Pasar Mancanegara

Beragam motif batik khas Kampung Batik Purwasedar dengan corak dan warna yang beragam | Doc: Istimewa

Sentra batik ini memiliki sekitar 62 motif yang menjadi ciri khasnya. Salah satunya adalah motif Baksil yang mengangkat tema pertanian dan telah mendapat pengakuan melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Batik karya perajin setempat juga pernah mendapat perhatian dari sejumlah pihak luar negeri. Pesanan pernah datang dari Malaysia, Korea, hingga UNESCO. Produk tersebut bahkan pernah dibawa ke UNESCO, sehingga para perajin mendapat kesempatan memperkenalkan proses membatik secara langsung.

Pihak UNESCO juga sempat memberikan tawaran terhadap produk tersebut. Namun, tawaran itu tidak berlanjut karena adanya kekhawatiran bahwa proses tertentu dapat menghilangkan nilai seni dan budaya batik tulis.

Kampung Batik Purwasedar Bertahan melalui Pesanan

Saat ini, usaha tersebut tidak lagi memiliki karyawan karena jumlah penjualan mengalami penurunan. Proses produksi berjalan secara mandiri dan hanya berlangsung saat ada pesanan. Pembeli biasanya memberikan uang muka terlebih dahulu sebelum para perajin memulai proses pembuatan.

Barang sisa ekspor juga dapat masyarakat peroleh dengan harga lebih terjangkau. Sementara itu, batik tulis homemade memiliki nilai jual lebih tinggi. Harga sekitar Rp250 ribu belum cukup untuk mendapatkan batik tulis, tergantung jenis dan proses pembuatannya.

Kain untuk bahan batik berasal dari Pekalongan, sedangkan pewarna menggunakan bahan alami. Proses penghilangan warna pada kain menggunakan teknik godog atau perebusan. Berbagai proses manual tersebut menjadi bagian dari nilai budaya yang membuat batik tulis khas Purwasedar tetap memiliki karakter tersendiri hingga kini.

BSI Explore 2026 Kenalkan Potensi Budaya Purwasedar

Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi turut mengenal potensi budaya dan ekonomi lokal melalui program BSI Explore 2026 di Desa Purwasedar. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung berbagai potensi yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk keberadaan Kampung Batik Purwasedar.

Program BSI Explore 2026 mengusung tema “Inspirasi Membangun Negeri”. Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti program tersebut di lima desa Kecamatan Ciracap. Kelima desa itu meliputi Desa Purwasedar, Desa Gunung Batu, Desa Ujung Genteng, Desa Cikangkung, dan Desa Pangumbahan.

Selama berada di Purwasedar, mahasiswa berkesempatan mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Mereka juga dapat melihat bagaimana keterampilan membatik menjadi bagian dari potensi budaya sekaligus kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa tidak hanya mengenal budaya lokal, tetapi juga memahami berbagai potensi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkembang di Purwasedar. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam melihat potensi daerah secara langsung.

  • Penulis: Ardila Khaylila
  • Editor: Siti Hasna Wulandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membanggakan! Siswa Berprestasi SMKN 2 Sukabumi Raih Apresiasi dari UBSI Sukabumi

    Membanggakan! Siswa Berprestasi SMKN 2 Sukabumi Raih Apresiasi dari UBSI Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Momen pelepasan siswa kelas XII SMKN 2 Sukabumi Tahun Ajaran 2025/2026 tidak hanya menghadirkan suasana haru dan penuh kebanggaan, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi para siswa berprestasi. Dalam kegiatan bertajuk “Sawala Pamitan, Lengkah Anyar Pinuh Harepan”, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi turut hadir memberikan dukungan kepada para lulusan, Kamis (21/05). […]

  • olahragamodern

    Dari Hobi Jadi Lifestyle: Olahraga Favorit Generasi Modern Indonesia

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Olahraga bukan hanya tentang keringat atau menjaga kebugaran tubuh. Saat ini, olahraga tumbuh menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern, khususnya generasi muda Indonesia. Seiring tren yang terus berkembang, berbagai cabang baru muncul dan menarik perhatian. Ada yang menantang adrenalin, ada pula yang memberi ketenangan pikiran, semuanya memiliki daya tarik masing-masing. Olahraga […]

  • Sukses Gelar Pelatihan, Disporapar Kota Sukabumi Tingkatkan Daya Saing Kuliner Lokal

    Sukses Gelar Pelatihan, Disporapar Kota Sukabumi Tingkatkan Daya Saing Kuliner Lokal

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas industri kuliner dengan menggelar Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner pada Selasa (23/7). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Balcony, Cikole ini dihadiri oleh Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji dan Kepala Disporapar Kota Sukabumi Tejo Condro Nugroho. Pelatihan […]

  • kecelakaan

    Kecelakaan Maut di Jalan Pembangunan Sukabumi, Kurir Paket Tewas di Tempat

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seorang pengendara motor tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Pembangunan, Kota Sukabumi, pada Rabu malam (4/8). Korban, Samsul Anwar (25), yang bekerja sebagai kurir di salah satu perusahaan ekspedisi, meninggal di tempat kejadian. Kecelakaan terjadi di Kampung Selakaso, RT 03/03, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum. Dua kendaraan yang terlibat adalah sepeda motor Honda […]

  • publikasi ilmiah

    Publikasi Ilmiah sebagai Napas Akademik untuk Membangun Perguruan Tinggi Unggul dan Berdampak

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era globalisasi ilmu pengetahuan, publikasi ilmiah menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas akademik sebuah perguruan tinggi. Lebih dari sekadar artikel di jurnal, publikasi mencerminkan hasil riset, inovasi, serta kontribusi nyata dosen dan mahasiswa kepada masyarakat. Cyber University, kampus yang lahir dengan visi digital dan inovasi, menempatkan publikasi sebagai pilar utama dalam mewujudkan […]

  • Miras Oplosan Kembali Telan Korban Jiwa, Remaja 16 Tahun Tewas di Sukabumi

    Miras Oplosan Kembali Telan Korban Jiwa, Remaja 16 Tahun Tewas di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Wahdi, warga Kampung Ciemas, Desa/Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah meminum miras oplosan pada Rabu (10/7). Wahdi yang sebelumnya dalam kondisi kritis, sempat mendapat perawatan di Puskesmas Ciemas dan kemudian dirujuk ke RSUD Palabuhanratu. Namun, nyawanya tidak dapat tertolong. Kapolsek Ciemas, Iptu Azhar Sunandar, menjelaskan bahwa […]

expand_less