Sukabumihitz – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan segera mengaktifkan kembali jalur kereta api Cipatat–Padalarang setelah lebih dari 14 tahun tidak beroperasi. Kepastian ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama warga Kabupaten Bandung Barat, yang selama ini menantikan kembali berfungsinya jalur tersebut.
Melansir unggahan akun Instagram resmi Humas Jawa Barat (@humas_jabar), reaktivasi jalur kereta api Cipatat–Padalarang menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan layanan transportasi publik sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Barat.
Humas Jabar menjelaskan bahwa pemerintah tidak mengaktifkan kembali lintasan lama. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perhubungan menyiapkan jalur baru berstandar keselamatan lebih baik untuk operasional kereta api ke depan.
Baca Juga : Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Ciracap Sukabumi, Polisi Menduga Pembunuhan
Keselamatan Penumpang Menjadi Prioritas
Pemerintah melaksanakan reaktivasi jalur Cipatat–Padalarang dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Penggunaan jalur baru diharapkan mampu menekan potensi risiko sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi calon penumpang kereta api. Langkah ini turut menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi jalur lama yang lama tidak beroperasi.
Dorong Mobilitas dan Kurangi Kemacetan
Pengoperasian kembali jalur kereta api Cipatat–Padalarang perkirakan mendorong mobilitas warga Kabupaten Bandung Barat sekaligus menghadirkan pilihan transportasi massal yang lebih efisien. Jalur ini juga berpotensi menekan kepadatan lalu lintas di jalan raya, terutama di kawasan Padalarang dan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai transportasi berbasis rel sebagai solusi strategis untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendukung transportasi berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memasukkan reaktivasi jalur Cipatat–Padalarang ke dalam program pengembangan transportasi publik daerah. Jalur ini berpotensi terintegrasi dengan jaringan perkeretaapian di wilayah Bandung Raya sehingga masyarakat memperoleh pilihan transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan.














