Sukabumihitz – Hujan deras yang mengguyur Sukabumi sejak akhir pekan lalu, tepatnya mulai Sabtu-Senin (5-7/7), memicu bencana alam yang meluas di berbagai kecamatan. Dampaknya mencakup tanah longsor, banjir, tumbangnya pohon, dan robohnya bangunan madrasah.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna memaparkan, berdasarkan laporan yang masuk dari sejumlah Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang menjadi penyebab utama rangkaian kejadian tersebut.
”Sesuai hasil pemantauan dan laporan dari P2BK di lapangan, ada longsor, banjir, hingga bangunan yang rusak karena angin dan hujan ekstrem. Semua lokasi sedang dalam penanganan dan koordinasi dengan berbagai unsur,” ujar Daeng pada Senin (7/7) mengutip dari koran.pikiran-rakyat.com.
Parakansalak Jadi Wilayah Terdampak Parah
Banjir dan longsor paling awal tercatat terjadi di Kecamatan Parakansalak, tepatnya di Kampung Cileungsir dan Kampung Garduh, Desa Bojongasih, pada Minggu (6/7). Banjir diperparah oleh aktivitas pemotongan dan pengurukan tanah di sekitar lapangan bola yang mengubah aliran air dan menyerbu permukiman warga.
Setidaknya 44 warga dari 9 keluarga terdampak, dengan satu keluarga berada dalam status rawan bencana. Kerusakan juga melanda tiga kolam ikan milik warga, yang tergerus arus air dan menyebabkan semua ikan hanyut. Peristiwa ini menimbulkan kerugian material bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan kecil.
Tak jauh dari lokasi tersebut, longsor kembali terjadi di Kampung Lebaklarang, Desa Sukakersa. Jalan desa sepanjang empat meter tertutup material longsor, menghambat akses warga. Satu keluarga yang tinggal di sekitar lokasi longsor berada dalam kondisi siaga penuh akibat pergerakan tanah di sekitar rumah.
Baca juga: Viral! Warga Cidahu Sukabumi Gerebek Rumah Singgah yang Jadi Tempat Ibadah
Dampak Longsor Meluas ke Ciambar dan Cicurug
Sementara itu di Kecamatan Ciambar, tepatnya di Desa Ginanjar, longsor melanda tembok penahan tanah (TPT) irigasi sepanjang 10 meter. Kejadian ini menyebabkan aliran air irigasi tersumbat. Upaya pembersihan dan penanganan darurat tengah dilakukan agar sistem pengairan tetap berjalan.
Di Kecamatan Cicurug, badai disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu malam (5/7) menyebabkan bangunan madrasah roboh di Kampung Cipari Girang, Desa Cisaat. Atap dan dinding bangunan ambruk, mengganggu kegiatan belajar-mengajar santri. Untuk sementara, proses mengaji beralih ke kediaman guru mengaji.
Respons Cepat dan Imbauan Kewaspadaan
Seluruh laporan bencana tersebut telah petugas tindaklanjuti oleh tim gabungan, termasuk P2BK, aparat desa, bhabinsa, bhabinkamtibmas, Tagana, dan Satpol PP. Mereka bergerak cepat untuk melakukan asesmen awal, evakuasi, dan penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak.
BPBD juga memperingatkan masyarakat agar tetap waspada. Daeng menyebutkan, potensi hujan serta angin kencang dan petir masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.














