Tak Berhenti di Panggung Puteri Indonesia, Rahmi Dawati Aldi Pilih Lanjut S2 di Magister Manajemen UBSI
- account_circle Ozi
- calendar_month 28 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rahmi Dawati Aldi Pilih Lanjut S2 di Magister Manajemen UBSI | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Bekasi — Sebuah mimpi terkadang tumbuh dari kenangan sederhana. Hal itu dialami Rahmi Dawati Aldi atau Ami. Sejak kecil, ia sering menyaksikan ajang Puteri Indonesia bersama mendiang ibunya. Bertahun-tahun kemudian, harapan yang pernah disampaikan sang ibu membawanya ke panggung yang dulu mereka saksikan melalui layar televisi.
Ami kini menyandang gelar Puteri Indonesia Aceh 2026. Di tengah kesibukannya sebagai publik figur, ia juga kembali menekuni dunia akademik dengan melanjutkan pendidikan Pascasarjana atau S2 di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui jalur beasiswa.
Ami memanfaatkan kesempatan tersebut karena pendidikan tinggi memang menjadi salah satu target yang ingin ia capai. Menurutnya, proses belajar tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan SMK maupun S1.
Ia memandang pendidikan sebagai perjalanan panjang yang bisa terus berlanjut hingga jenjang S2 dan S3. Pengalaman di lapangan juga menjadi bagian dari proses belajar karena seseorang bisa mendapatkan banyak pelajaran dari situasi yang ia hadapi secara langsung.
Mengejar Panggung yang Pernah Disaksikan Bersama Mendiang Ibu
Keinginan Ami mengikuti Puteri Indonesia tumbuh dari dirinya sendiri. Kenangan bersama sang ibu saat menyaksikan ajang tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk mencoba.
Saat masih kecil, Ami kerap menonton Puteri Indonesia bersama ibunya melalui televisi. Sang ibu bahkan pernah menyampaikan harapan agar suatu hari Ami bisa berdiri di panggung yang sama.
Setelah kehilangan sang ibu, Ami mulai mencari berbagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan. Ia mengikuti sejumlah kelas fashion dan modeling hingga semakin tertarik dengan dunia pageant.
“Perjalanan menuju Puteri Indonesia tidak berjalan mulus. Aku sempat terkendala izin cuti dari pekerjaan ketika ingin mengikuti ajang tersebut pada 2022, 2023, 2024, hingga 2025,” kenang Ami.
Pada 2026, kesempatan itu kembali datang. Saat berusia 26 tahun, Ami memutuskan untuk kembali mencoba. Kali ini, perjuangannya membuahkan hasil. Ia berhasil lolos dan mewakili Aceh dalam ajang Puteri Indonesia 2026.
Bagi Ami, perjalanan tersebut membuat Puteri Indonesia memiliki arti yang lebih dalam. Panggung itu bukan sekadar tempat berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mewujudkan harapan yang pernah ia bagikan bersama sang ibu.
Dari Panggung ke Aksi Sosial di Aceh
Selain menjalani aktivitas akademik dan dunia pageant, Ami tetap aktif sebagai entertainer, public speaker, MC, dan model. Ia juga menjalankan kegiatan advokasi lingkungan serta terlibat dalam sejumlah aktivitas sosial.
Salah satu kegiatannya berlangsung ketika ia bersama tim menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Banda Aceh dan Pidie Jaya.
Saat berada di lokasi, Ami melihat langsung proses pemulihan masyarakat yang masih berjalan. Ia menemukan warga yang belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal dan sebagian masih menempati tempat pengungsian.
Kondisi tersebut membuat Ami melihat ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi situasi pascabencana. Salah satu pengalaman yang paling ia ingat berkaitan dengan cara warga menjaga rumah mereka dari kemungkinan banjir kembali.
“Salah satu cerita yang membekas adalah warga yang sengaja membiarkan timbunan pasir mengelilingi rumahnya sebagai upaya menjaga struktur bangunan apabila banjir kembali terjadi,” tuturnya.
Pengalaman tersebut memperluas makna perjalanan Ami sebagai Puteri Indonesia. Gelar yang ia miliki tidak hanya berkaitan dengan penampilan di atas panggung. Peran tersebut juga memberinya kesempatan untuk melihat persoalan masyarakat secara langsung dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial.
Terkejut Melihat Antusiasme Mahasiswa Baru UBSI
Ami juga hadir dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru UBSI melalui Seminar Motivasi (SEMOT) 2026. Ia mengaku terkesan melihat antusiasme sekitar 8.000an mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia melihat energi yang kuat dari para mahasiswa baru sepanjang acara. Ami juga memberikan apresiasi terhadap panitia yang menjalankan kegiatan serta fasilitas Wisma BSI yang menurutnya bersih dan memiliki lokasi strategis.
Kehadiran dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi Ami. Ia bisa melihat langsung momen ketika mahasiswa baru memulai perjalanan akademik dengan semangat dan antusiasme.
Meski begitu, menurut Ami, semangat tersebut perlu terus terjaga hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Setelah rangkaian penyambutan berakhir, mahasiswa baru akan mulai menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan.
Ami mengingatkan mahasiswa agar tetap bertahan ketika menghadapi tugas dan tantangan akademik.
“Perjalanan pendidikan masih panjang. Aku harap setiap mahasiswa bisa menjaga konsistensi belajar dan tidak mudah putus asa,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa baru UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif mampu mempertahankan semangat belajar. Selain itu, ia berharap mereka memperoleh hasil akademik yang baik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Perjalanan Ami dari panggung Puteri Indonesia hingga ruang kuliah S2 menunjukkan bahwa sebuah pencapaian tidak selalu menjadi akhir perjalanan.
“Selalu ada ruang untuk belajar, mencoba kembali, dan membuka pintu pengalaman baru yang mungkin sebelumnya belum terbayangkan,” tutupnya.
- Penulis: Ozi
- Editor: Aulia Akhira Ramadhani
