Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Pertukaran Guru Indonesia-Korea, Rahayu Bawa Congklak, Gasing dan Wayang ke Korea  

Pertukaran Guru Indonesia-Korea, Rahayu Bawa Congklak, Gasing dan Wayang ke Korea  

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 9 Okt 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Jeonju—Program pertukaran guru Indonesia-Korea saat ini tengah berlangsung selama tiga bulan. Tepatnya tanggal 22 Agustus – 18 November 2023. Program itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja  sama dengan Korea Selatan dalam hal ini APCEIU (Asia – Pasifik Centre of Education for International Understanding).

Sejumlah guru Indonesia terpilih mengajar di sekolah-sekolah di Korea. Pada waktu yang bersamaan, sejumlah guru Korea terpilih mengajar di beberapa sekolah di Indonesia.

Salah seorang guru yang terpilih mengajar di Korea adalah Rahayu Sulistiyani. Ia merupakan guru SD Bosowa Bina Insani, Bogor. Rahayu ditugaskan di Jeonju Jeolla Elementary School, terletak di kota Jeonju, Provinsi Jeollabukdo.

Rahayu mengajar kelas budaya Indonesia.

“Saya mengajar di jenjang sekolah dasar, dari kelas 1 sampai kelas 6 (24 kelas). Selain itu, saya juga diundang ke sekolah lain untuk mengajar kelas budaya Indonesia, diantaranya ke Songkwang elementary school, Handeul elementary school, dan juga ke Onsaem kindergarten. Dan masih ada tiga  undangan sekolah lagi di bulan Oktober dan November untuk mengajar di kelas Indonesia (2 SD dan 1 SMA),” kata Rahayu dalam rilis yang diterima Sukabumihitz.com, Senin (9/10/2023).

Rahayu  mengajar dari jam 9 sampai jam 14.30.  Ia tidak mengajar mata pelajaran tetapi mengajar kelas budaya Indonesia. Materi yang disampaikan yaitu tentang budaya Indonesia mencakup tentang pengenalan Indonesia, belajar bahasa Indonesia (Indonesian expression seperti menyapa, berkenalan dan berterima kasih dalam bahasa Indonesia), pakaian tradisional, permainan tradisional, tarian tradisional, makanan tradisional, Indonesian art seperti batik, wayang kulit, golek, gamelan.

Baca Juga :  Tim Monitoring Program Pertukaran Guru Indonesia-Korea  Kunjungi SD Bina Insani

“Saya membawa berbagai media belajar untuk kelas budaya Indonesia ini, di  antaranya berbagai pakaian tradisional Indonesia, congklak, gasing, miniatur gamelan, wayang, alat untuk membuat batik,” ujarnya.

Bahasa pengantarnya dalam bahasa Inggris dan Korea. “Untuk presentasi powerpoint, saya membuatnya dalam bahasa Inggris dan bahasa Korea, agar siswa (terutama kelas bawah, kelas 1-3) dapat lebih mengerti. Biasanya saya membuka kelas dengan tiga bahasa (bahasa Korea, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia),” paparnya.

Target

Rahayu menjelaskan target yang disandang di bahunya dalam program pertukaran guru Indonesia-Korea tersebut. “Target untuk siswa korea adalah siswa Korea dapat mengenal budaya Indonesia dengan baik, dapat menyapa dan berinteraksi dalam bahasa Indonesia, dan dapat menghormati perbedaan dan keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Target pengalaman bagi guru dari Indonesia untuk dibawa ke Tanah Air  adalah semua praktik baik yang saya dapatkan selama program pertukaran guru ini akan saya implementasikan dan bagikan kepada guru-guru di tanah air, seperti pengelolaan kelas, proses pembelajaran, budaya belajar, dan juga mengenai pendidikan kewarganegaraan global (global citizenship education).”

Para siswa Korea mengenakan pakaian tradisional Indonesia.

Rahayu mengatakan, para siswa di sekolah Korea tersebut menyambut antusias pelajaran tentang budaya Indonesia yang ia berikan. “Respons anak-anak Korea  di kelas Indonesia adalah mereka sangat excited. Mereka aktif dalam mengikuti kelas Indonesia. Bahkan beberapa siswa ke kelas Indonesia ketika waktu istirahat atau setelah pulang sekolah untuk melihat-lihat Indonesian corner (corner all about Indonesia),” ungkapnya.

Baca Juga : SD Bina Insani Bogor Belajar dari Guru Korea

Rahayu menyoroti disiplin belajar para siswa di Korea yang, menurutnya, sangat baik.  “Disiplin siswa dalam belajar  sangat baik, terutama disiplin waktu. Mereka biasanya datang tepat waktu ke kelas Indonesia. Bahkan ketika istirahat dan mereka mengunjungi Indonesia corner, ketika bel berbunyi mereka secara otomatis langsung kembali ke kelas,” kata Rahayu Sulistiyani.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parenting Day SMPN 10 Sukabumi: Saat Orang Tua Belajar Menguatkan Anak | Doc. Istimewa

    Tak Perlu Orang Tua Sempurna, Parenting Day Ini Ungkap Kunci Tumbuh Kembang Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Setelah sukses menggelar kegiatan Career Day, SMPN 10 Kota Sukabumi melanjutkan rangkaian acara dengan Parenting Day dengan tema “Menyembuhkan Diri, Menguatkan Anak: Peran Pikiran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak”,  yang berlangsung di Aula Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi pada Senin, 28 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan orang tua dan siswa […]

  • Transformasi Digital Daerah Sistem Informasi

    Transformasi Digital Daerah Didukung Sistem Informasi

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Naurah Rayyani Sri Rezeki
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Transformasi Digital Daerah menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Pemerintah daerah terus memanfaatkan teknologi agar layanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Dalam proses tersebut, Sistem Informasi berperan sebagai penghubung antara teknologi, data, dan kebutuhan organisasi sehingga setiap layanan berjalan lebih efektif. Melalui penerapan Sistem […]

  • Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Perluas Fokus ke Multidisiplin untuk Tingkatkan Publikasi

    Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Perluas Fokus ke Multidisiplin untuk Tingkatkan Publikasi

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Sisil
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri merupakan sebuah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang pengelolanya adalah LPPM Universitas Nusa Mandiri (UNM). Mereka telah mengumumkan perubahan signifikan dalam fokus dan scope yang lebih luas dan komprehensif. Langkah ini mencerminkan komitmen LPPM Universitas Nusa Mandiri untuk beradaptasi dengan tuntutan akademik dan tantangan masyarakat saat ini. Sejak awal berdiri, […]

  • beasiswa kip ubsi

    Raih Kesempatan Kuliah Gratis Sampai Lulus dengan Beasiswa KIP

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    SUKABUMI– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI resmi membuka pendaftaran beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) tahun 2022. KIP Kuliah ini adalah program bantuan pendidikan kepada siswa lulusan SMA, SMK dan sederajat dari keluarga kurang mampu, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas atau akademi. Beasiswa KIP Kuliah merupakan program pengganti Bidikmisi yang diluncurkan […]

  • Sidomba Kuningan, Wisata Keluarga yang Sajikan Penangkaran Rusa dan Camping Seru.

    Sidomba Kuningan, Wisata Keluarga yang Sajikan Penangkaran Rusa dan Camping Seru

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Salsabila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Kuningan – Jika sedang mencari destinasi liburan yang cocok untuk seluruh anggota keluarga, Sidomba Kuningan bisa menjadi salah satu pilihan. Tempat wisata yang berada di kaki Gunung Ciremai ini memadukan wisata alam, edukasi, rekreasi, hingga area camping dalam satu kawasan yang sejuk dan asri. Nama Sidomba merupakan singkatan dari Si Doe Momba. Meski begitu, […]

  • Mengenal People Pleaser Tanda, Risiko, dan Dampaknya pada Kesehatan Mental | Doc: Istimewa

    Mengenal People Pleaser: Tanda, Risiko, dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi pribadi yang selalu membantu dan menyenangkan adalah tanda kebaikan. Namun, tanpa kita sadari, keinginan untuk selalu membuat orang lain bahagia sering berubah menjadi tekanan yang melelahkan. Di balik senyum yang terlihat ramah, seorang people pleaser menyimpan kecemasan, ketakutan, dan rasa tidak cukup yang terus menghantui. Pada […]

expand_less