Lebih lanjut, Warjiyono menjelaskan bahwa kampus internasional menuntut keterlibatan aktif seluruh peserta dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, mahasiswa dan dosen tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertukar gagasan.
“Mereka menerapkan active learning. Dosen membagikan materi sebelum kelas dimulai, lalu mahasiswa menyampaikan pendapat dan analisis. Dari situ, diskusi berkembang dengan sangat baik,” tambahnya.
Referensi Global untuk Penguatan Akademik UBSI
Menurut Warjiyono, interaksi langsung dengan lingkungan akademik internasional memberi referensi penting bagi pengembangan sistem pendidikan di UBSI. Terlebih lagi, UBSI telah meraih akreditasi Unggul dan terus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan.
Selain mengikuti agenda kampus, rombongan UBSI juga bertemu komunitas mahasiswa Indonesia di SMU. Dalam pertemuan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai fasilitas kampus, sistem perkuliahan, serta proyek berbasis industri yang dijalankan mahasiswa.
Melalui program edutrip ini, UBSI berharap dapat memperluas wawasan global mahasiswa dan dosen. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar lintas negara, tetapi juga menegaskan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan dan tenaga pendidik yang siap bersaing di tingkat internasional.














