Berita

JBZ Kabupaten Sukabumi dan CDK Wilayah III Tanam Harapan Lewat Penghijauan Berbasis Geotagging

11
×

JBZ Kabupaten Sukabumi dan CDK Wilayah III Tanam Harapan Lewat Penghijauan Berbasis Geotagging

Sebarkan artikel ini
bibit pohon ditanam | Sumber: dokumentasi Jabar Bergerak Zilenial Kab. Sukabumi

Sukabumihitz – Sukabumi, 14 Februari 2026 – Menghadapi tantangan perubahan iklim serta risiko bencana alam Jawa Barat, Jabar Bergerak Zilenial (JBZ) Kabupaten Sukabumi bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III menggencarkan aksi penanaman pohon massal. Selain itu, kegiatan penanaman bibit pohon membuka babak baru kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda untuk menjaga ekosistem lokal secara berkelanjutan.

Aksi tersebut bukan sekadar penghijauan seremonial. Sebaliknya, gerakan ini hadir sebagai strategi mitigasi terhadap ancaman longsor serta banjir yang kerap mengintai wilayah Sukabumi. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa dan pemuda memperkuat penyebaran pesan pelestarian lingkungan hingga tingkat masyarakat akar rumput.

penanaman bibit pohon | Sumber: dokumentasi Jabar Bergerak Zilenial Kab. Sukabumi

Kegiatan ini menargetkan penanaman bibit pohon secara terencana. Seluruh bibit pohon dipersiapkan untuk mendukung rehabilitasi lahan di Caringin.

Baca Juga: Prodi SIA Sukabumi Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Aksi Nyata

Pemerintah: “Hutan Adalah Tanggung Jawab Kolektif”

Usdi Dirgantara, Penelaah Kebijakan CDK Wilayah III, menegaskan bahwa perbaikan lingkungan membutuhkan dukungan luas.

“Kegiatan penghijauan mustahil terlaksana oleh Dinas Kehutanan atau Pemerintah saja. Kita harus merangkul banyak pihak, terutama generasi muda. Fokus kami memastikan bibit jatuh ke tangan kelompok yang tepat sehingga perawatannya berkelanjutan,” ujar Usdi.

Lebih lanjut, ia memaparkan rencana penggunaan teknologi Geotagging—pendataan pohon berbasis GPS—sebagai alat pemantauan pertumbuhan pohon secara transparan. Dengan demikian, setiap bibit memiliki jejak digital yang memudahkan proses evaluasi.

Zilenial: “Investasi Masa Depan dan Jembatan Edukasi”

Dari perspektif generasi muda, Sanny Nata Liani, mahasiswa Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University, menilai gerakan ini sebagai bentuk investasi jangka panjang.

“Ini investasi masa depan anak bangsa. Generasi muda mampu menjadi jembatan informasi untuk masyarakat awam agar lebih peduli lingkungan. Harapan kami, setelah penanaman, warga lokal yang menetap di kawasan ini mampu melanjutkan perawatan secara mandiri,” ujar Sanny.